Rabu, 6 Mei 2026

Menteri Agama Minta Guru Madrasah Kuasai Bahasa Inggris untuk Tembus Panggung Global

Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta guru madrasah menguasai kemampuan Bahasa Inggris.

Tayang:
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
Kementerian Agama (Kemenag)
GURU MADRASAH - Menteri Agama Nasaruddin Umar usai menutup program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru Bahasa Inggris madrasah di Kemenag, Jakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah.
  • Program Continuing Professional Development (CPD) digelar Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan British Council.
  • Pemerintah menilai penguatan kapasitas guru sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan madrasah, agar adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap menjaga nilai dan identitas pendidikan Islam.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAMenteri Agama Nasaruddin Umar meminta guru madrasah menguasai kemampuan Bahasa Inggris.

Menurutnya, kemampuan ini bisa menjadi bekal menghadapi persaingan global.

"Penguasaan Bahasa Inggris bagi guru madrasah adalah investasi strategis untuk memperluas cakrawala berpikir. Ini adalah kunci untuk menghubungkan siswa kita dengan pusat-pusat riset, inovasi, dan literatur global," kata Nasaruddin, Jumat (27/2/2026).

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat menutup program Continuing Professional Development (CPD) bagi guru Bahasa Inggris madrasah di Kemenag, Jakarta. 

Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan British Council untuk meningkatkan standar kompetensi pendidik madrasah.

Dirinya menekankan peran guru sebagai agen perubahan di tengah dunia yang semakin tanpa batas. 

Menurutnya, penguasaan bahasa internasional kini menjadi kebutuhan mendasar, bukan lagi pelengkap.

"Guru merupakan jantung dari sistem pendidikan. Jika kualitas jantungnya baik, maka seluruh tubuh yaitu kemajuan siswa akan mengikuti," katanya. 

Acara penutupan turut dihadiri Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik Seema Malhotra dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menjelaskan program pelatihan intensif tersebut berlangsung selama delapan minggu, sejak 1 Desember 2025 hingga 8 Februari 2026. 

Sebanyak 720 guru Bahasa Inggris dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dari berbagai daerah mengikuti pelatihan tersebut.

Menurutnya, program tidak hanya berfokus pada peningkatan kemahiran bahasa, tetapi juga memperkuat kemampuan pedagogis agar metode pengajaran lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

"Penguatan kompetensi ini bertujuan memberdayakan guru agar lebih siap membimbing siswa di dunia yang saling terhubung, namun tetap teguh memegang identitas dan nilai-nilai luhur madrasah," ujar Amien.

Kemenag menilai langkah ini sebagai upaya konkret meningkatkan kualitas pendidikan Islam agar memiliki daya tawar lebih kuat di kancah global.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved