Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri
LPSK Ungkap Ibu Kandung Nizam Diteror Usai Laporkan Mantan Suami
Sri Suparyati, menyebut ibunda alarhum Nizam (13), Lisnawati, menerima rentetan teror setelah melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi ke polisi.
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, mengungkapkan bahwa Lisnawati, ibu kandung almarhum Nizam Syafei (13), mengalami teror setelah melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi, ke polisi.
- Nizam adalah bocah yang meninggal diduga akibat penganiayaan ibu tirinya, TR, di Sukabumi.
- Lisnawati menerima ancaman melalui SMS dan WhatsApp agar tidak buka suara terkait kasus tersebut. Ia sempat mengalami depresi.
- LPSK mendorong kepolisian untuk menyelidiki latar belakang Anwar, yang disebut sebagai anggota geng.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Sri Suparyati, menyebut ibunda alarhum Nizam Syafei (13), Lisnawati, menerima rentetan teror setelah melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi ke polisi.
Nizam merupakan bocah yang tewas diduga akibat penganiayaan ibu tirinya, TR di Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Sri mengungkapkan, melalui ancaman tersebut, Lisnawati diminta untuk tidak buka suara dalam kasus tersebut.
"Ibu Lisna menerima banyak ancaman baik berupa SMS, WA, dan sebagainya yang ujungnya itu ancaman berupa untuk tidak buka suara dan tidak ikut campur," kata Sri dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Akibat teror yang datang bertubi-tubi melalui pesan singkat dan WhatsApp tersebut, Lisnawati sempat mengalami depresi.
"Dari sekian banyak SMS dan juga WA yang diterima sama Ibu Lisna itu, Ibu Lisna memang sedikit mengalami depresi," ujar Sri.
Oleh karena itu, LPSK mendorong pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap latar belakang Anwar.
"Mantan suami ibu Lisna ini kebetulan adalah anggota geng, yang menurut saya juga patut untuk diatensi lebih lanjut kepada bapak kepolisian ya khususnya," ucap Sri.
Sebagai informasi, kepolisian Polres Sukabumi telah menetapkan TR sebagai tersangka atas dugaan kekerasan, baik fisik atau psikis.
Sementara itu, ibu kandung Nizam, Lisnawati telah melaporkan Anwar atas dugaan penelantaran anak serta mengungkit dugaan KDRT di masa lalu ke Polres Sukabumi.
Nizam meninggal pada Kamis (19/2/2026) di RSU Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi. Sebelum meninggal, Nizam mengaku disuruh minum air panas oleh ibu tirinya, TR. Hal ini disebut menyebabkan adanya sejumlah luka bakar pada tubuh korban.
Namun, TR membantah tudingan penganiayaan maupun pembunuhan, dan menyebut kematian Nizam sebagai takdir.
TR mengaku telah merawat korban sejak kelas 3 SD dan merasa terpukul atas kepergian anak tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lisnawati-Ibu-Kandung-Nizam-Syafei_1.jpg)