Kamis, 9 April 2026

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW Perluas Perlindungan Pekerja Informal

BPJS Ketenagakerjaan perluas perlindungan pekerja informal lewat komunitas masjid dan RT/RW, sekaligus serahkan kartu peserta dan santunan JKM

Penulis: Erik S
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
BPJS KETENAGAKERJAAN - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur. 
Ringkasan Berita:
  • BPJS Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas untuk memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal.
  • Program ini dilakukan melalui kolaborasi dengan komunitas seperti masjid serta pengurus RT/RW agar lebih mudah menjangkau pekerja di lingkungan tempat tinggal mereka.
  • Direktur Utama Saiful Hidayat juga menyerahkan kartu kepesertaan dan santunan Jaminan Kematian Rp42 juta kepada tiga ahli waris peserta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.

Melalui kolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid dan pengurus lingkungan RT/RW, BPJS Ketenagakerjaan berupaya menjangkau para pekerja hingga ke lingkungan terdekat tempat mereka tinggal dan beraktivitas sehari-hari.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, yang dilakukan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, sekaligus penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga orang ahli waris peserta yang meninggal dunia.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,” ujar Saiful.

Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.

“Seringkali tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena itu perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan dan mengajak agar semakin banyak pekerja ikut terlindungi,” jelasnya.

Saiful menambahkan bahwa komunitas seperti lingkungan RT/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.

“Melalui komunitas seperti masjid dan RT/RW, kita dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama. Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,” tambah Saiful.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Ceger, Armada Kaban mengatakan masih banyak warga yang sebelumnya belum memahami sepenuhnya manfaat program ini.

Melalui sosialisasi berjenjang, diharapkan para kader, pengurus RT, dan RW dapat menjadi jembatan informasi. Upaya itu juga sejalan dengan misi pemerintah dalam memperluas cakupan perlindungan sosial.

"Apalagi, angka pekerja di sektor informal di wilayah perkotaan cukup tinggi dan rentan tidak memiliki jaminan,” ujar Kaban.

Kaban menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja tanpa kecuali. Menurutnya, risiko tidak pernah dapat diprediksi sehingga perlindungan harus disiapkan sejak dini.

“Kalau sudah menjadi peserta, kapan pun musibah terjadi, perlindungan tetap berjalan. Tapi jika belum terdaftar, maka tidak bisa memperoleh manfaat,” tegasnya. 

Adapun santunan yang diberikan merupakan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari Almarhum Drs. Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, Almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta Almarhumah Ratna, seorang pedagang.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved