Jumat, 10 April 2026

Idul Fitri 2026

Densus 88 Siapkan Pengamanan Lebaran 2026, Cegah Potensi Teror di Masjid dan Objek Vital Lainnya

Petugas berwenang dapat mengambil langkah hukum sebelum aksi teror terjadi berdasarkan pemantauan intelijen.

Tribunnews.com/Alfarizy
PENGAMANAN LEBARAN - Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir, saat memberikan keterangan soal operasi ketupat 2026 di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (11/3/2026) lalu. Hari ini, Irjen Jhonny berbicara soal pengamanan Lebaran 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Polri memastikan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan dilakukan secara proaktif dan berlapis.
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran Densus 88 untuk meningkatkan pemetaan potensi gangguan keamanan.
  • Polri berwenang dapat mengambil langkah hukum sebelum aksi teror terjadi berdasarkan pemantauan intelijen yang akurat.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) memastikan pengamanan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 akan dilakukan secara proaktif dan berlapis.

Satu diantara perhatian utama Polri adalah mengantisipasi segala bentuk potensi ancaman teror yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat selama rangkaian arus mudik hingga hari raya Idul Fitri.

Untuk itu, Polri melalui Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menyiapkan strategi khusus yang disebut dengan istilah preventive strike atau tindakan pencegahan dini yang agresif namun tetap terukur.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Jhonny Eddizon Isir, mengungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan instruksi langsung kepada jajaran Densus 88 untuk meningkatkan pemetaan potensi gangguan keamanan.

"Bapak Kapolri, sudah memberikan atensi dan mengarahkan kawan-kawan dari Densus 88 Anti Teror untuk senantiasa meningkatkan proses pemetaan sekecil apa pun," ujar Irjen Isir di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Melalui langkah itu, petugas berwenang dapat mengambil langkah hukum sebelum aksi teror terjadi berdasarkan pemantauan intelijen yang akurat.

Isir menjelaskan pilihan tindakan preventive strike tersebut merupakan bagian dari opsi pengamanan, mengingat Lebaran memiliki dimensi keagamaan dan sosial yang sangat besar bagi rakyat Indonesia.

Dalam pelaksanaannya nanti, Densus 88 akan mengawali langkah dengan pemetaan intelijen yang mendalam guna mendeteksi pergerakan kelompok mencurigakan sejak dini.

Upaya tersebut dibarengi dengan penjagaan ketat di lebih dari 121.796 masjid serta 54.516 lokasi yang akan digunakan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri.

Selain tempat ibadah, pengamanan juga akan difokuskan secara menyeluruh pada pusat-pusat keramaian seperti objek wisata, pusat perbelanjaan, hingga titik migrasi orang di pelabuhan, terminal, stasiun, dan bandara untuk memastikan kenyamanan ratusan juta pemudik.

"Secara prinsip kawan-kawan dari Densus 88 Anti Teror tetap melaksanakan upaya-upaya mulai dari sisi intelijen sampai dengan pilihan strategi preventive strike nanti ini," jelas Jenderal Bintang Dua tersebut.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved