Sabtu, 2 Mei 2026

Jasa Marga Bantah Jalan Berlubang Biang Kerok Kecelakaan 4 Kendaraan di Km 80 Tol Cipularang

Menurut Jasa Marga, kecelakaan tersebut dipicu oleh pikap patah as roda berdasarkan hasil evaluasi penyidikan polisi.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Tribun Jabar/Deanza Falevi
Muatan labu yang diangkup pick up Suzuki berserakan di bahu jalan setelah kendaraan tersebut mengalami patah as dan memicu kecelakaan beruntun di ruas Tol Cipularang KM 80 A, wilayah Maracang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (14/3/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Jasa Marga membantah kecelakaan beruntun di Tol Cipularang Kilometer 80 A di Maracang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu malam dipicu lubang di jalan tol.
  • Menurut Jasa Marga, kecelakaan tersebut dipicu oleh pikap patah as roda berdasarkan hasil evaluasi penyidikan polisi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jasa Marga membantah kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang Kilometer 80 A di Maracang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu malam (14/3/2026) dipicu jalan tol yang berlubang.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi penyidikan polisi, kecelakaan tersebut dipicu oleh kendaraan yang patah as roda.

"Dapat kami pastikan tidak ada lubang di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan hasil evaluasi penyidikan atas kecelakaan tersebut, pihak kepolisian di lapangan menyatakan bahwa kondisi truk yang patah as diduga menjadi penyebab kecelakaan. Jadi kami sampaikan terkait faktor kecelakaan akibat lubang itu tidak benar," kata Widiyatmiko, Senin, 16 Maret 2026.

Kecelakaan bermula saat sebuah mobil pikap Suzuki bernomor polisi BE 9892 AA melaju dari arah Lampung menuju Bandung dengan muatan labu.

Sopir Suzuki bernama Suhendi (40) mengaku bahwa mobilnya menghantam lubang besar di badan jalan yang mengakibatkan as roda mobilnya patah seketika.

"Ada lubang di depan, langsung kena dan as rodanya patah. Mungkin juga karena muatan berat, tapi sebenarnya masih wajar," ujar Suhendi saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca juga: Pria Tewas Tertabrak Mobil di Ruas Tol Sedyatmo Arah Bandara, Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

Sesaat setelah as roda patah, pikap yang dia kemudikan langsung kehilangan kendali dan oleng ke arah kiri.

Demi menghindari sebuah truk bermuatan semen yang tidak memiliki bak penutup, Suhendi membanting setir ke kiri dan mengakibatkan mobil pick up tersebut terguling dan ambruk di bahu jalan.

Insiden ini kemudian memicu tabrakan beruntun dengan kendaraan lain yang melaju di belakangnya.

Selain melibatkan empat kendaraan, termasuk sebuah mobil pengangkut sayur, dua kendaraan lainnya yang sempat terserempet dilaporkan langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Baca juga: Pengakuan Sopir Bus Angkut Bupati Cilacap Kena OTT KPK: Kaget, Diarahkan ke Polresta Banyumas

Akibat kecelakaan ini, muatan labu yang diangkut pikap yang dikemudikan Suhendi berhamburan menutupi sebagian bahu jalan.

Suhendi dan kernetnya hanya mengalami luka ringan meski kendaraan mengalami kerusakan cukup berat. Petugas gabungan dari kepolisian dan pengelola jalan tol pun melakukan proses evakuasi. 

Arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Bandung terpantau ramai dan sempat mengalami perlambatan akibat puing kendaraan serta sisa muatan yang memenuhi badan jalan.

Kendaraan yang terlibat kecelakaan saat ini telah dibawa ke Pool Derek Jatiluhur, Purwakarta untuk penanganan lebih lanjut. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, dengan dugaan utama berfokus pada kondisi jalan tol yang berlubang sehingga menyebabkan kerusakan struktural pada kendaraan. 

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved