Idul Fitri 2026
Perbedaan Lebaran 2026: Ada yang Kamis, Muhammadiyah-Ponpes Gontor Hari Ini, Versi Pemerintah Besok
Lebaran 2026 berbeda: Muhammadiyah Jumat 20 Maret, pemerintah & NU Sabtu 21 Maret, sebagian kecil Kamis 19 Maret
Ringkasan Berita:
- Sebagian kecil warga Depok dan jemaah Naqsabandiyah Makassar merayakan Idul Fitri pada Kamis, 19 Maret 2026.
- Muhammadiyah, Ponpes Gontor, dan Ponpes Al Falah Ploso menetapkan Lebaran jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan hisab hakiki.
- Pemerintah (Kemenag) dan NU menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026 karena rukyat hilal tidak terlihat dan Ramadan digenapkan 30 hari.
TRIBUNNEWS.COM - Idul Fitri tahun ini terasa berbeda. Sebagian umat Islam sudah merayakan Lebaran hari ini, Jumat (20 Maret 2026), sementara yang lain menunggu esok hari.
Muhammadiyah, Ponpes Gontor, dan Ponpes Al Falah Ploso menetapkan 1 Syawal jatuh hari ini berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal.
Pemerintah melalui sidang isbat Kemenag kemarin malam memutuskan 1 Syawal jatuh Sabtu (21 Maret 2026). Alasannya, rukyatul hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyah, sehingga Ramadan digenapkan 30 hari.
Ada juga sebagian warga Depok, Jawa Barat dan jemaah Naqsabandiyah di Makassar menggelar shalat Idul Fitri pada Kamis (19/3/2026) kemarin.
Berikut informasi lengkapnya soal perbedaan Lebaran 2026 di berbagai wilayah Indonesia, dirangkum Tribunnews.com:
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 21 Maret 2026 Beda dengan Muhammadiyah, Menag Imbau Jaga Toleransi
Lebaran Kamis, 19 Maret 2026
Beredar video viral sebagian warga Depok menggelar shalat Idul Fitri 2026 pada Kamis kemarin, pada pukul 06.30 WIB.
Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, video menjadi bahan perbincangan setelah diunggah akun Instagram, seperti @infodepok_id.
"Rukyat hilal global jadi rujukan, sebagian warga Depok gelar shalat Idul Fitri di depan Sari Kuring Jalan Juanda," tulis dalam keterangan video.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan jemaah dari berbagai kalangan usia.
Belum diketahui secara pasti nama organisasi masyarakat yang melaksanakan shalat Idul Fitri tersebut.
Meski demikian, Kapolsek Sukmajaya AKP Rizky membenarkan kegiatan sudah rutin dilakukan.
(Pelaksanaan) berlangsung aman dan sudah selesai. Kegiatan ini sudah dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Rizky, dikutip dari Kompas.com.
Rizky melanjutkan, kegiatan berjalan lancar hingga selesai.
Di lokasi lainnya tepatnya di Makassar, Sulawesi Selatan, ratusan pengikut Tarekat Naqsabandiyah juga melaksanakan shalat Idul Fitri 2026 di hari Kamis.
Dikutip dari TribunMakassar.com, kegaitan digelar sejak 06.30 Wita di Halaman Parkir RM Sambal Lalap Jl Perintis Kemerdekaan Km 09 RT 04 RW 01 Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea.
Jumlah jemaah yang hadir sekitar 100 orang.
Baca juga: Tim Rukyatul Hilal Kemenag: Secara Hisab, Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
Lebaran Jumat, 20 Maret 2026
Organisasi Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan 1 Syawal 1447 hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan ini berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Ketua Bidang Hisab dan Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah penetapan ini didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertumpu pada metode hisab (perhitungan astronomi).
“Untuk Muhammadiyah jelas. Dengan KHGT, 1 Syawal itu Jumat, 20 Maret 2026,” ujarnya, dikutip dari muhammadiyah.or.id.
Menurutnya, keunggulan hisab adalah memberikan kepastian jauh hari sebelumnya, sehingga umat dapat mempersiapkan diri lebih awal.
Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur juga menetapkan Lebaran 2026 di hari yang sama.
Keputusan ini disampaikan oleh Pondok terbesar di Kabupaten Ponorogo itu pada Rabu (18/3/2026) lewat surat pengumuman yang tertuang pada MAKLUMAT No: 3/PMDG/k-01/IX/1447.
"Dengan ini, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) memaklumkan bahwasanya Hari Raya Idul Fitri 1447 H di PMDG jatuh pada hari Jumat, 1 Syawal 1447/20 Maret 2026," kata PMDG dalam keterangannya, dikutip dari TribunJatim.com.
Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, juga menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah Kediri.
Baca juga: Warga Depok dan Bogor Ada yang Sudah Lebaran Hari Ini, Muhammadiyah Besok, Pemerintah Kapan?
Lebaran Sabtu, 21 Maret 2026
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2025).
Artinya Idul Fitri 1447 Hijriah akan diperingati pada Sabtu (21/3/2026).
Penetapan tersebut merupakan hasil dari Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H yang digelar oleh Kemenag di Kantor Kementerian Agama RI, di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, dalam penetapan bulan Qomariah, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal yang telah disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Kriterianya adalah ketinggian hilal minimal 3 derajat dengan minimum sudut elongasi 6,4 derajat.
"Dalam penetapan bulan Qomariah, Indonesia menetapkan kriteria visibilitas hilal MABIMS. Yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat," kata Menag Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama RI, di Jakarta.
Namun berdasarkan data pemantauan hilal hari ini, kriteria hilal masih belum sesuai dengan kriteria MABIMS.
Sehingga pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri akan jatuh pada Sabtu (21/3/2026).
"Adapun data posisi hilal berdasarkan hari ini di seluruh wilayah Indonesia, yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik, dan sudut elongasi 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria hilal MABIMS."
"Selanjutnya Kementerian Agama menetapkan awal Bulan Syawal melalui Sidang Isbat dalam sidang ini, kami bermusyawarah dengan para pakar falak, astronomi, wakil rakyat, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta perwakilan Ormas Islam di Indonesia."
"Musyawarah tersebut mengacu pada hasil hisab dan rukyat yang telah dilakukan oleh Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama, serta dikonfirmasi oleh petugas yang setidaknya ditempatkan di 117 titik pengamat di seluruh Indonesia dan Tim Penerima Laporan Rukyat di pusat telah mengonfirmasi bahwa hilal tidak terlihat.Tadi titik-titik mulai dari Papua sampai dengan Aceh, itu tidak ada satupun yang melihat hilal."
"Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan hilal yang terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026," terang Menag Nasaruddin Umar.
Sementara itu, Nahdlatul Ulama lewat Lembaga Falakiyah PBNU juga menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3/2025).
"1 Syawal 1447 H Sabtu Pahing, 21 Maret 2026 M tidak terdapat lokasi yang berhasil melihat hilal. Dengan demikian umur bulan Ramadhan 1447 H adalah 30 hari," dikutip dari akun Instagram resmi @falakiyahnu.
(Tribunnews.com/Endra/Faryyanida Putwiliani)(Kompas.com)(Tribun-Timur.com/Faqih Imtiyaaz)(TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Salat-Idul-Fitri-di-Masjid-Istiqlal_20250331_115524.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.