Selasa, 5 Mei 2026

Idul Fitri 2026

Tata Cara dan Bacaan Shalat Idul Fitri, Lengkap dengan Niat Beserta Gerakannya

Shalat Idul Fitri memiliki tata cara dan bacaan khusus, berikut panduan melaksanakannya, lengkap dengan bacaan niatnya berikut ini.

Tayang:
/Jeprima
SHAKAT IDUL FITRI - Warga saat akan melaksanakan shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (13/5/2021). Berikut penjelasan mengenai tata cara dan bacaan niat Shalat Idul Fitri. 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan telah usai, kini saatnya umat muslim menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Di tahun ini jadwal perayaan Hari Raya Idul Fitri tidak terjadi secara serentak, ada yang memahami lebaran Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, namun ada juga yang memaknai bahwa Idul Fitri jatuh pada besok Sabtu, 21 Maret 2026.

Dikutip  laman resmi Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara menurut versi pemerintah berdasarkan kalender penanggalan Islam dan juga hasil sidang Isbat Kemenag RI, tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Umumnya umat muslim akan melaksanakan Shalat Idul Fitri pada saat momen lebaran.

Berikut Tribunnews rangkum tata cara dan niat melaksanakan Shalat Idul Fitri 2026, dikutip dari mui.or.id.

Baca juga: H-1 Lebaran 2026: Arus Mudik di Pelabuhan Merak Mulai Landai, 113 Ribu Orang Menyeberang

Tata Cara dan Bacaan Niat Shalat Idul Fitri

1. Membaca Niat

Sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri hendaknya umat muslim melakukan dan membaca niat di dalam hati terlebih dahulu. 

Berikut lafaz niat shalat Id pada Hari Raya Idul Fitri, sebagai imam maupun makmum:

  • Niat sebagai imam:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.

Artinya:

“Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta’ala.”

  • Niat sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى 

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya:

“Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Dzikir Malam Lailatul Qadar Sesuai Sunnah, Ini Bacaan yang Dianjurkan Ulama

2. Melakukan Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilaksanakan dengan mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan secara bersamaan.

3. Doa Iftitah

Berikutnya membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat biasa, yang mana hukumnya adalah sunnah.

 Doa Iftitah:

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.

Artinya:

“Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus dan berserah diri, dan aku bukan termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam. Tiada sekutu bagi-Nya, dan dengan itu aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang muslim.”

4. Melakukan Takbir sebanyak Tujuh Kali pada Rakaat Pertama

Langkah berikutnya adalah mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan.

Setiap selesai satu takbir, dianjurkan membaca dzikir, sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh, walḥamdulillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar.

Artinya:

“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

5. Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca surat Al-Fatihah merupakan salah satu rukun shalat. 

6. Membaca Surat Pendek

Setelah membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek.

Menurut Imam as-Shan’ani (wafat 1182 H), berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, surat yang dianjurkan dibaca pada rakaat pertama adalah surat Al-A’la, sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ghasyiah.

7. Melakukan Rukuk dan Sujud

Kemudian shalat dilanjutkan seperti biasa, yaitu dengan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.

Baca juga: Ragu Jumlah Rakaat Salat tapi Lupa Sujud Sahwi, Bagaimana Hukumnya?

8. Takbir Lima Kali pada Rakaat Kedua

Setelah sujud kedua, kemudian berdiri dan mengucapkan takbir sebanyak lima kali.

Di sela-sela  takbir, dianjurkan membaca doa sebagaimana dijelaskan pada langkah keempat.

9. Menyempurnakan Gerakan Shalat

Sesudah takbir selanjutnya shalat dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah hingga diakhiri dengan salam.

10. Mendengarkan Khutbah dari Imam

Setelah menyelesaikan rangkaian shalat tersebut, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri, biasanya berisi nasihat serta wasiat ketakwaan.

(Tribunnews.com/Oktaviani WW)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved