Kamis, 21 Mei 2026

Idul Fitri 2026

BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Masih Mengintai Selama Musim Libur Lebaran 2026

BMKG peringatkan hujan lebat masih mengintai saat Lebaran 2026, terutama di Jabar, Jateng, dan Sulsel di tengah fase pancaroba.

Tayang:
Tribunnews.com/Reynas Abdila
HUJAN LEBAT - Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan kondisi cuaca selama periode Idul Fitri 2026 masih berada dalam fase pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Hal itu disampaikan di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG menyebut cuaca Lebaran 2026 masih dipengaruhi pancaroba dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
  • Wilayah yang perlu waspada antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
  • BMKG juga mengingatkan dampak siklon, potensi gangguan penerbangan, serta kemarau 2026 yang lebih kering.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kondisi cuaca selama periode Idul Fitri 2026 masih berada dalam fase pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, kondisi tersebut membuat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

"Saat ini kita memasuki musim pancaroba. Jadi masih terjadi hujan sedang hingga lebat di beberapa titik," katanya di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (20/3/2026) malam.

BMKG mencatat setidaknya tiga provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan, karena berpotensi mengalami hujan lebat.

Di sisi lain, hujan yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai memberikan dampak positif, terutama dalam memperbaiki kualitas udara.

"Hujan yang terjadi di Jakarta ini cukup baik, karena sebelumnya cuaca cukup panas dan kualitas udara menurun. Harapannya, saat salat Idul Fitri nanti kondisi udara menjadi lebih segar," jelasnya.

BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Narel yang berada di daratan Australia. 

Fenomena ini turut memengaruhi peningkatan curah hujan serta tinggi gelombang di wilayah Papua Selatan, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Meski demikian, secara umum kondisi gelombang laut, angin, dan arus laut masih relatif kondusif selama periode libur Lebaran, sehingga tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas pelayaran.

Untuk sektor penerbangan, BMKG mengingatkan adanya potensi awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia bagian timur yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.

Baca juga: Peringatan Dini 6 Ibu Kota Pulau Jawa Besok Idulfitri Sabtu 21 Maret 2026: Semarang-Surabaya Hujan

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Upaya ini dilakukan secara situasional guna menekan potensi hujan ekstrem hingga 20 hingga 50 persen.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca untuk menambah curah hujan dilakukan di Riau sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG juga mengingatkan bahwa tahun 2026 berpotensi mengalami musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Secara umum tahun ini akan lebih kering dibandingkan 2025. Ini perlu diwaspadai, baik terkait potensi kekeringan, kesehatan, maupun menjaga ketahanan pangan nasional," paparnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved