Selasa, 14 April 2026

Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Kemhan Sebut Prajurit TNI yang Dirawat di RS Lebanon Berangsur Membaik

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan tiga prajurit TNI tersebut saat ini tengah dirawat di rumah sakit di Beirut Lebanon.

Penulis: Gita Irawan
Tribunnews.com/Gita Irawan
PRAJURIT TNI DI LEBANON - Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026). Rico mengungkap kondisi para prajurit yang terluka akibat insiden pada Minggu (29/3/2026) dan Senin (30/3/2026) di Lebanon Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • Kondisi kesehatan tiga prajurit TNI Kontingen Garuda yang terluka akibat insiden saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon di bawah mandat PBB atau UNIFIL berangsur membaik.
  • Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan tiga prajurit TNI tersebut saat ini tengah dirawat di rumah sakit di Beirut Lebanon.
  • Sejumlah pihak juga telah mengutuk dan mengecaman insiden tersebut termasuk Pemerintah Indonesia, Sekretaris Jenderal PBB, dan UNIFIL.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian pertahanan menyatakan kondisi kesehatan tiga prajurit TNI Kontingen Garuda yang terluka akibat insiden saat menjalankan misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon di bawah mandat PBB atau UNIFIL berangsur membaik.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan tiga prajurit TNI tersebut saat ini tengah dirawat di rumah sakit di Beirut Lebanon.

Baca juga: Curhatan Pilu Istri usai Gugurnya Praka Farizal di Lebanon: Ini Arahnya ke Mana?

"Dari tiga prajurit yang dirawat di rumah sakit Beirut, saat ini sudah membaik dan dalam kondisi yang lebih stabil dari sebelumnya," ujar Rico saat ditemui di kantor Kementerian Pertahanan RI Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026).

Ketiga prajurit yang dimaksud Rico yakni Praka Rico Pramudia.

Baca juga: Jusuf Kalla Imbau TNI Tak Mundur dari Lebanon: Dunia Bisa Anggap Indonesia Penakut

Praka Rico Pramudia sebelumnya dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut setelah mengalami insiden ledakan proyektil artileri di Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026).

Sementara itu, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto sebelumnya dievakuasi setelah mengalami insiden pada Senin (30/3/2026).

Kendaraan yang ditumpangi keduanya dan prajurit TNI lainnya mengalami ledakan saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).

Pengawalan dilakukan dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. 

UNIFIL menyatakan saat ini tengah melakukan investigasi terhadap insiden tersebut guna mengetahui kedua peristiwa yang menewaskan tiga prajurit TNI itu yakni Praka Farizal Romadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Baca juga: Duka Keluarga 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Ada yang Sudah Siapkan Liang Lahad

Sejumlah pihak juga telah mengutuk dan mengecaman insiden tersebut termasuk Pemerintah Indonesia, Sekretaris Jenderal PBB, dan UNIFIL.

Sebagaimana diketahui, saat ini tengah terjadi perang terbuka yang melibatkan militer Israel dengan Hizbullah di Lebanon sejak awal Maret 2026 menyusul serangan militer Amerika Serikat (AS) - Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 lalu.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved