Perayaan Paskah
Paskah Subuh di TMP Kalibata, Refleksi Kebangkitan Kristus dalam Balutan Nasionalisme
Liturgi yang disusun mencakup doa Paskah, refleksi, pengakuan dosa, hingga fragmen pertobatan
Paskah Subuh di TMP Kalibata, Refleksi Kebangkitan Kristus dalam Balutan Nasionalisme
Ringkasan Berita:
- Tahun ini, ibadah Paskah di TMP Kalibata mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”
- Liturgi yang disusun mencakup doa Paskah, refleksi, pengakuan dosa, hingga fragmen pertobatan yang menggambarkan esensi kemenangan atas maut
- Momen tersebut juga dimanfaatkan oleh keluarga Baringin Panggabean untuk melakukan ziarah ke makam kedua orang tua mereka, yakni almarhum Maraden Panggabean dan almarhumah Meida SMM Panggabean
TRIBUNNEWS.COM - Perayaan Paskah di Taman Makam Pahlawan (TMP), Jakarta Selatan, sudah menjadi tradisi dalam 24 tahun terakhir.
Selama lebih dari dua dekade, tradisi paskah tersebut digelar secara konsisten oleh Generasi Penerus Keluarga Pahlawan.
Pada perayaan tahun ini, yang digelar Minggu (5/4/2026) dini hari, sekira 250 jemaat berkumpul sejak pukul 04.30 WIB untuk mengikuti ibadah Paskah Subuh.
Baca juga: Hadiri Festival Pawai Paskah GMIT di Kupang, Wapres Gibran Ikut Angkat Salib Raksasa
Ibadah berlangsung di tengah keheningan pagi, menciptakan atmosfer spiritual yang mendalam bagi para peserta yang hadir untuk merayakan kebangkitan Kristus.
Rangkaian ibadah diawali saat teduh dan puji-pujian bersama. Liturgi yang disusun mencakup doa Paskah, refleksi, pengakuan dosa, hingga fragmen pertobatan yang menggambarkan esensi kemenangan atas maut.
Tahun ini, pesan Paskah mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”. Pesan tersebut disampaikan secara kontekstual, mengajak jemaat untuk merefleksikan makna kebangkitan dalam aksi nyata dan kemanusiaan di kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin syahdu dengan penampilan paduan suara yang membawakan persembahan pujian di antara deretan nisan para pahlawan bangsa.
Baringin Panggabean, perwakilan penyelenggara, menjelaskan bahwa perayaan Paskah Subuh di TMP Kalibata ini bukanlah agenda baru. Kegiatan ini telah menjadi warisan spiritual yang dijaga selama 24 tahun terakhir.
“Tradisi ini sudah berjalan selama 24 tahun. Tahun depan akan menjadi momen perak bagi kami. Dulu, di awal penyelenggaraan, jemaat yang hadir bisa mencapai lebih dari 2.000 orang,” kenang Baringin.
Ia berharap jumlah jemaat bisa kembali meningkat di masa mendatang dan generasi muda dapat terus mengestafetkan tradisi ini. “Harapannya, generasi penerus dapat terus melanjutkan tradisi ini hingga ke anak cucu,” tambahnya.
Usai rangkaian ibadah formal yang berakhir pukul 06.30 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi ramah tamah untuk mempererat tali silaturahmi antarjemaat.
Momen tersebut juga dimanfaatkan oleh keluarga Baringin Panggabean untuk melakukan ziarah ke makam kedua orang tua mereka, yakni almarhum Maraden Panggabean dan almarhumah Meida SMM Panggabean.
Ziarah ini menjadi penutup yang sarat emosi, menegaskan bahwa perayaan Paskah di lokasi ini tidak hanya bersifat seremonial, tapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/PASKAH-SUBUH-Sekira-250-jemaat-berkumpul.jpg)