Dewan Perdamaian
Ma’ruf Amin: Jika Tak Sejalan, Indonesia Lebih Baik Keluar dari Board of Peace
Maruf Amin, menyarankan Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) buatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Ringkasan Berita:
- Opsi keluar dari BOP terbuka jika tidak sejalan dengan kepentingan perdamaian di Palestina
- Ma’ruf Amin menilai Indonesia sebaiknya keluar jika BOP sudah tidak sesuai tujuan
- Ma’ruf Amin mengatakan keputusan terkait keberlanjutan keterlibatan Indonesia harus melalui evaluasi menyeluruh oleh pemerintah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Wakil Presiden RI, Maruf Amin, menyarankan Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) buatan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Menurutnya, opsi keluar dari BOP terbuka jika tidak sejalan dengan kepentingan perdamaian di Palestina.
Bergabungnya Indonesia dalam BOP, kata Ma'ruf Amin, dilandasi semangat mendorong perdamaian untuk Palestina.
"Kalau di BOP itu kan karena ada keinginan-keinginan untuk damai, untuk memperjuangkan Palestina. Kalau itu bisa dicapai, enggak apa-apa," kata Ma’ruf Amin di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Meski begitu, Ma’ruf Amin menilai Indonesia sebaiknya keluar jika BOP sudah tidak sesuai tujuan.
Baca juga: 11 Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, Pengamat Usulkan Penangguhan Indonesia di BoP
Langkah mundur, menurut Ma'ruf Amin, harus diambil Pemerintah jika BOP sudah melenceng dari tujuan memerdekan Palestina.
"Tapi kalau itu misalnya tambah jauh, ya lebih baik keluar dari BOP. Bukan tidak mau masuk, tetapi karena tidak sesuai dengan yang kita inginkan, enggak apa-apa kita mundur," ujarnya.
Ma’ruf mengatakan keputusan terkait keberlanjutan keterlibatan Indonesia harus melalui evaluasi menyeluruh oleh pemerintah.
Baca juga: Kecaman ke Israel setelah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tak Cukup, Pengamat: BoP Harus Dievaluasi
"Ya kita lihatlah, dievaluasi semuanya," ucapnya.
Prabowo Tak Segan Angkat Kaki Dari BoP
Tak Segan Angkat Kaki
Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tak akan segan angkat kaki dari BoP jika hasil-hasil keputusannya tidak sejalan dengan kepentingan Indonesia atau Palestina.
Bahkan menurutnya, Indonesia bisa saja keluar dari dewan tersebut tanpa perlu merundingkannya terlebih dulu dengan anggota Group of Eight lainnya.
“Selama kita di dalam BoP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha. Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai kita habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar," ucapnya..
Prabowo berharap Indonesia dan anggota Group of Eight lain dapat berkontribusi positif bagi perdamaian jangka panjang di Palestina.
Group of Eight ini terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, Mesir, dan Indonesia.
"Jadi, saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu. Kita selalu membela kemerdekaan Palestina," ujar dia.
Presiden Prabowo Subianto diketahui menandatangani piagam Board BOP pada 22 Januari 2026 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MARUF-AMIN-3457235710235523.jpg)