Muscab PKB di Kalimantan Selatan, Kader Diingatkan Tak Jadi 'Tamu 5 Tahunan'
Cucun membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di Hotel Aria, Kalimantan Selatan, Rabu (8/4/2026).
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di Kalimantan Selatan.
- Ia menekankan pentingnya konsistensi kader dalam mendampingi masyarakat, dengan pesan dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar agar kader tidak menjadi “tamu 5 tahunan” yang hanya hadir saat kampanye.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP PKB Cucun Ahmad Syamsurijal menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di Hotel Aria, Kalimantan Selatan, Rabu (8/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya konsistensi kader dalam mendampingi masyarakat.
Cucun juga menyampaikan pesan dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
"Kader PKB harus hadir setiap saat di tengah rakyat. Jangan menjadi 'tamu 5 tahunan' yang hanya muncul saat butuh suara," kata Wakil Ketua DPR RI tersebut.
Menurutnya, konsistensi pelayanan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari peran kader partai. Ia menilai kehadiran kader tidak boleh bersifat musiman, tetapi harus terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kita ingin kader hadir bukan hanya saat kampanye, tapi benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Inilah yang kita sebut sebagai politik kehadiran," ujarnya.
Cucun juga menyinggung peran kader dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia menyebut kader perlu terlibat aktif dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga.
"Kader harus mampu menggerakkan solidaritas sosial, membantu masyarakat, dan menjadi penghubung solusi di tengah berbagai persoalan," tandasnya.
Selain itu, ia menginstruksikan kader untuk bersinergi dalam mendukung program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Ia juga mendorong Fraksi PKB di DPRD untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mencari solusi terkait persoalan lingkungan.
Dalam Muscab tersebut, PKB juga menerapkan mekanisme baru dalam pemilihan pimpinan DPC. Sistem pemungutan suara (voting) tidak lagi digunakan dan digantikan dengan metode musyawarah melalui uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
Proses seleksi dilakukan melalui dua tahap, yakni tes kompetensi untuk mengukur kapabilitas dan visi politik, serta tahap wawancara disertai penandatanganan kontrak komitmen kerja guna memastikan integritas dan loyalitas calon pimpinan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cucun-ahmad-jkdl.jpg)