Cegah Bullying, Menteri Agama Minta Guru Terapkan Kurikulum Berbasis Cinta
Nasaruddin Umar mendorong guru, penyuluh, dan ASN Kemenag menjadi agen penyebaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Ringkasan Berita:
- Nasaruddin Umar mendorong guru, penyuluh, dan ASN Kemenag menjadi agen penyebaran Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di sekolah dan masyarakat untuk menanamkan nilai empati, kepedulian, dan toleransi.
- KBC dinilai mampu menjawab tantangan pendidikan seperti krisis moral, bullying, dan kekerasan, dengan tujuan membentuk peserta didik yang cerdas secara intelektual dan memiliki karakter dan akhlak yang baik.
- Program ini ditargetkan menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dan inklusif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta para guru menyebarkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).
Menurutnya, Kurikulum Cinta harus disebarkan kepada lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Kami mendorong para guru, penyuluh dan ASN Kemenag menjadi agen utama dalam menyebarkan nilai-nilai cinta, empati, dan kepedulian sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas," kata Nasaruddin dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Nasaruddin mengatakan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta mampu menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan.
Tantangan itu antara lain kekeringan batin, penurunan kualitas akhlak, bullying, kekerasan, dan kebencian.
"Kita tidak ingin melahirkan anak didik yang kering batinnya, hanya tajam pikirannya. Yang kita harapkan adalah pikirannya tajam tapi hatinya juga subur," ujarnya.
Kurikulum Berbasis Cinta juga ingin melahirkan anak-anak Indonesia yang produktif dan berkah.
Sasaran utama dari program ini adalah terwujudnya ekosistem pendidikan dan kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban.
"Sehingga mereka akan bertoleransi satu sama lain, mereka akan mencintai sesamanya bahkan sesama makhluknya, lingkungan hidupnya," katanya.
Kegiatan Belajar Mandiri KBC bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan kepribadian guru serta penyuluh.
"Tujuan dari pelatihan ini pada dasarnya adalah ingin memberikan pengetahuan, pengalaman, serta kemampuan untuk menginternalisasi pemaknaan Kurikulum Berbasis Cinta," ujar Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Muhammad Ali Ramdhani.
Belajar Mandiri KBC akan diikuti oleh 305.344 peserta secara daring. Hal ini menunjukkan tingginya semangat guru dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas diri di era digital.
Baca juga: Jawaban Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya, Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta, PINTAR Kemenag
Pelaksanaan diklat secara online juga menjadi strategi pemerataan akses pelatihan.
Sehingga guru di seluruh pelosok dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Menteri-Agama-Nasaruddin-Umar-1111.jpg)