Hari Pendidikan Nasional
50 Poster Hari Pendidikan Nasional 2026 yang Bisa Diedit dan Download Gratis
Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026, kamu bisa mengedit poster lalu men-downloadnya di HP secara gratis, berikut linknya.
Ringkasan Berita:
- Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei untuk mengenang Ki Hajar Dewantara, pelopor pendidikan Indonesia. Ia memperjuangkan akses pendidikan bagi semua rakyat dan mendirikan Taman Siswa.
- Gagasan pendidikannya dirangkum dalam semboyan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.
- Atas jasanya, ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan (1950) dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
TRIBUNNEWS.COM - Hari Pendidikan Nasional akan diperingati pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini untuk mengenang kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Beliau merupakan tokoh pelopor pendidikan Indonesia pada masa penjajahan Belanda.
Perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk pendidikan Indonesia berlanjut hingga berhasil mendirikan Taman Siswa.
Setelah kemerdekaan, beliau diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1950.
Ki Hajar Dewantara wafat pada 26 April 1959 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas jasanya dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
Untuk mengenang perjuangan Ki Hajar Dewantara, berikut kumpulan poster Hari Pendidikan Nasional yang bisa diedit dan download gratis.
Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Link Poster Hari Pendidikan Nasional 2026.
Baca juga: Tema Hari Pendidikan Nasional 2026 Resmi Dirilis Kemendikdasmen, Ini Maknanya
Cara Menggunakan Poster Hari Pendidikan Nasional 2026
- Akses link poster Hari Pendidikan Nasional 2026 di atas, pastikan Anda sudah masuk akun email Google di HP yang Anda gunakan
- Edit elemen desain yang diinginkan
- Anda dapat mengubah jenis huruf, menambahkan foto, dan elemen lainnya
- Setelah selesai mendesain, Anda dapat men-downloadnya secara gratis
- Pada menu bar bagian atas, klik tanda titik tiga "..."
- Gulir ke bawah, klik "Download"
- Desain akan otomatis terunduh ke perangkat HP Anda.
Sejarah Hari Pendidikan Nasional
Hari Pendidikan Nasional atau yang dikenal sebagai Hardiknas diperingati setiap tanggal 2 Mei.
Penetapan tanggal ini berkaitan erat dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, tokoh penting dalam sejarah pendidikan Indonesia.
Pemerintah menetapkan peringatan ini melalui Keputusan Presiden Nomor 67 Tahun 1961 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur.
Ki Hajar Dewantara, yang lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat, dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada masa penjajahan, ia dengan berani mengkritik pemerintah Hindia Belanda yang hanya memberikan akses pendidikan kepada kalangan tertentu, seperti keturunan Belanda dan kaum priyayi.
Menurutnya, pendidikan adalah hak semua orang dan menjadi kunci untuk menciptakan bangsa yang cerdas, mandiri, serta terbebas dari penjajahan.
Akibat kritiknya tersebut, Ki Hajar Dewantara bersama Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan ke Belanda.
Namun, pengalaman itu justru memperkuat tekadnya dalam memperjuangkan pendidikan.
Setelah kembali ke Indonesia, ia mendirikan lembaga pendidikan Perguruan Nasional Taman Siswa sebagai bentuk nyata perjuangannya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam mengembangkan sistem pendidikan, Ki Hajar Dewantara juga merumuskan tiga semboyan yang hingga kini masih menjadi dasar pendidikan di Indonesia, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan), Ing Madyo Mangun Karso (di tengah membangun semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberi dorongan).
Semboyan ini mencerminkan peran penting seorang pendidik dalam membimbing dan menginspirasi peserta didik, seperti dijelaskan dalam laman Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tengah.
Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh pendidikan paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Ia lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Suryaningrat dari keluarga bangsawan Paku Alam di Yogyakarta.
Melansir buku Ki Hajar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya oleh Museum Kebangkitan Nasional Kemdikbud, disebutkan bahwa ayahnya, Kanjeng Pangeran Adipati Ario Suryaningrat, adalah putra sulung Sri Paku Alam III.
Latar belakang bangsawan ini memberinya kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah Belanda, seperti ELS (Europeesche Lagere School), sebelum melanjutkan ke STOVIA, sekolah pendidikan calon dokter bagi pribumi. Namun, karena kondisi kesehatan yang tidak mendukung, ia tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sana.
Setelah gagal menjadi dokter, Ki Hajar Dewantara beralih ke dunia jurnalistik. Ia aktif menulis di berbagai surat kabar dan majalah, seperti Sediotoomo, De Express, dan Oetoesan Hindia.
Melalui tulisannya, ia kerap menyuarakan kritik tajam terhadap kondisi sosial, politik, dan pendidikan masyarakat bumiputra yang diperlakukan tidak adil oleh pemerintah kolonial. Keberaniannya ini membuatnya diasingkan ke Belanda. Meski berada di pengasingan, semangatnya tidak surut; ia tetap aktif menulis dan berkontribusi dalam dunia pers, bahkan di media Belanda.
Sepulang dari pengasingan, Ki Hajar Dewantara memutuskan meninggalkan dunia jurnalistik dan fokus pada perjuangannya di bidang pendidikan.
Ia mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa sebagai wadah untuk memberikan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang status sosial. Melalui lembaga ini, ia berupaya menciptakan sistem pendidikan yang membebaskan dan memerdekakan bangsa dari ketertinggalan.
Setelah Indonesia merdeka, dedikasinya di bidang pendidikan terus berlanjut. Ia dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1950.
Atas jasa-jasanya, Ki Hajar Dewantara menerima berbagai penghargaan, termasuk gelar doktor honoris causa dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1959, serta dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada tahun yang sama.
Ia wafat pada 26 April 1959 dan dimakamkan di pemakaman keluarga Taman Siswa Wijaya Brata di Yogyakarta. Warisan pemikiran dan perjuangannya tetap hidup dan menjadi dasar penting dalam perkembangan pendidikan di Indonesia hingga saat ini.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peringatan-Hari-Pendidikan-Nasional-di-KPK_20250502_144617.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.