Reformasi Polri
Prabowo Panggil Petinggi Komisi Percepatan Reformasi Polri ke Istana Presiden
Presiden Prabowo Subianto memanggil petinggi Komisi Percepatan Reformasi Polri ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Selasa (5/5/2026) sore.
Ringkasan Berita:
- Prabowo Subianto memanggil jajaran Komisi Percepatan Reformasi Polri ke Istana untuk membahas perkembangan kerja tim reformasi.
- Ketua komisi, Jimly Asshiddiqie, menyatakan kedatangan mereka untuk melaporkan hasil kerja tim, meski belum merinci isi laporan sebelum bertemu Presiden.
- Anggota komisi seperti Ahmad Dofiri menegaskan bahwa rekomendasi reformasi Polri disusun berdasarkan mandat Presiden dan hasil penyerapan aspirasi masyarakat, dengan detail akan disampaikan setelah laporan resmi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil petinggi Komisi Percepatan Reformasi Polri ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Selasa (5/5/2026) sore.
Pantauan Tribunnews di lokasi, pukul 14.30 WIB, sejumlah petinggi komisi percepatan reformasi Polri mulai berdatangan ke Istana Negara.
Yang pertama, Eks Wakapolri sekaligus Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri yang tiba terlebih dahulu.
Lalu, disusul Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie dan sejumlah anggotanya yaitu Otto Hasibuan dan Yusril Ihza Mahendra.
Mereka datang memakai kemeja berwarna putih.
Jimmly mengatakan kedatangannya kali ini untuk melaporkan kinerja yang sudah dilakukan tim percepatan reformasi Polri.
Namun, ia masih belum merinci detail apa yang akan disampaikan kepada Presiden Prabowo.
“Banyak, nanti saya laporkan apa saja yang setuju apa yang tidak,” ujar Jimly.
Sementara itu, Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Ahmad Dofiri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa merinci mengenai apa yang dilaporkan timnya setelah bertemu Presiden Prabowo.
“Belum bisa. Kesepakatan kita semua di komisi, setelah melapor Presiden baru, setelah itu bisa,” jelasnya.
Hal yang pasti, kata Dofiri, apa yang menjadi rekomendasi tim percepatan reformasi Polri nantinya berupa hasil menyerap aspirasi dari masyarakat.
“Kalau kita kan bekerja sesuai dengan apa yang diamanatkan Presiden dan juga hasil serap aspirasi dari masyarakat,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jimly-Asshiddiqie-1111.jpg)