Minggu, 17 Mei 2026

Idul Adha 2026

Dalil tentang Kurban dalam Al-Qur'an, Lengkap dengan Artinya

Simak dalil dalam Al-Qur'an tentang perintah berkurban, lengkap tulisan Arab, latin, dan artinya.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KURBAN - Umat Islam membaca (tadarus) Al Quran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (22/2/2026). Simak dalil dalam Al-Qur'an tentang perintah berkurban, lengkap tulisan Arab, latin, dan artinya. 
Ringkasan Berita:
  • Ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam saat Hari Raya Idul Adha
  • Ibadah kurban merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
  • Perintah mengenai kurban juga telah dijelaskan dalam Al-Qur'an.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah kurban menjadi salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat Islam saat Hari Raya Idul Adha

Ibadah kurban merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT yang dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Berkurban hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) bagi muslim yang mampu.

Hewan yang dikurbankan dapat berupa unta, sapi, kambing atau domba.

Perintah mengenai kurban juga telah dijelaskan dalam Al-Qur'an melalui sejumlah ayat yang menjadi dasar pelaksanaan ibadah tersebut. 

Dalil-dalil ini tidak hanya menjelaskan anjuran berkurban, tetapi juga makna ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT. 

Karena itu, penting bagi umat Islam memahami ayat-ayat tentang kurban beserta arti dan kandungannya. 

Dalil Al-Qur'an tentang Kurban

Berikut ini dalil tentang kurban dalam Al-Qur'an lengkap dengan tulisan Arab, latin, dan artinya. 

1. Surah Al Kautsar Ayat 2

Pada Surah Al Kautsar ayat kedua, Allah SWT memerintahkan umatnya untuk melaksanakan salat dan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang melimpah.

Berikut dalilnya:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ۝٢

fa shalli lirabbika wan-har

Artinya: Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

2. Surah Al Hajj Ayat 28

Pada Surah Al Hajj Ayat 28 juga terkandung perintah berkurban. 

Hanya saja tersampaikan secara tersirat. 

Berikut ini isi Surah Al Hajj ayat 28:

يَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَۖ ۝٢٨

liyasy-hadû manâfi‘a lahum wa yadzkurusmallâhi fî ayyâmim ma‘lûmâtin ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa kulû min-hâ wa ath‘imul-bâ'isal-faqîr

Artinya: (Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.

3. Surat Al-Hajj Ayat 34

Ayat ini menjelaskan bahwa syariat berkurban telah diberikan kepada setiap umat agar manusia senantiasa mengingat Allah atas rezeki yang diberikan berupa hewan ternak.

Berikut isinya:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ۝٣٤

wa likulli ummatin ja‘alnâ mansakal liyadzkurusmallâhi ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa ilâhukum ilâhuw wâḫidun fa lahû aslimû, wa basysyiril-mukhbitîn

Artinya: Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah).

Baca juga: Lafaz Doa dan Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat Islam

Keutamaan Berkurban

Dikutip dari laman kabtulungagung.baznas.go.id, berikut ini keutamaan melaksanakan ibadah kurban:

1. Amalan yang paling dicintai Allah SWT di Hari Raya Idul Adha

Banyak hadis yang menjelaskan bahwa menyembelih kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari nahr (idul adha), seperti yang ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari nahar (idul adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (hewan kurban), Sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan tanduk, kulit dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah SWT sebelum darah itu tumpah ke tanah, maka hendaknya kalian senang karenanya.” (HR At-Tirmidzi)

2. Media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT

Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya.

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27)

3. Media untuk meraih ketaqwaan

Apa yang ingin kita raih dalam ibadah kurban ini bukanlah persembahan daging dan darahnya, melainkan untuk mendapatkan ketakwaan.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj: 37)

4. Media untuk menambah amal kebaikan

Salah satu keutamaan berkurban yang lain yaitu dapat menambah amal kebaikan untuk bekal kehidupan di akhirat. 

Dalam keutamaannya, Allah akan memberikan pahala yang berlipat-lipat bagi setiap umat Muslim yang menggunakan sebagian hartanya untuk berkuban.

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.”, Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”, Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”, Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan ibn Majah)

5. Hewan kurban sebagai Saksi di Hari Kiamat

Rasulullah telah bersabda dalam sambungan hadis yang diriwayatkan Aisyah: 

“Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum mengalir di tanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Hakim)

6. Dimensi sosial dan kemanusiaan

Ibadah kurban tidak hanya bermanfaat untuk orang yang berqurban (Mudhohi) tapi secara tidak langsung juga bisa membantu fakir miskin dari kelaparan. 

Islam telah mengatur bagaimana menyeimbangkan perekonomian dan aspek kemanusiaan sosial, salah satunya dengan berkurban.

Daging yang dibagikan dapat menghubungkan rasa kasih sayang dan kepedulian antara fakir miskin dengan mudhohi. 

Dengan berkurban, kita juga dapat merasakan kenikmatan rezeki dan berkah yang senantiasa diberikan Allah kepada setiap hambanya.

(Tribunnews.com/Nurkhasanah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved