Selasa, 19 Mei 2026

Idul Adha 2026

1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Perkiraan dan Jadwal Sidang Isbat

Menjelang datangnya bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, banyak umat Muslim mulai mencari kepastian mengenai awal Dzulhijjah 2026.

Tayang:
aceh.kemenag.go.id
KALENDER MEI 2026 - Potret kalender Mei 2026 lengkap dengan tanggal merah hari libur nasional dan cuti bersama diambil Senin (27/4/2026). Menjelang datangnya bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, banyak umat Muslim mulai mencari kepastian mengenai awal Dzulhijjah 2026. 
Ringkasan Berita:
  • 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 sebagai awal bulan Dzulhijjah yang menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah haji dan puasa sunnah.
  • Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H juga jatuh pada 18 Mei 2026 berdasarkan metode hisab dengan Parameter Kalender Global, dengan Hari Arafah pada 26 Mei dan Idul Adha 27 Mei 2026.
  • Kemenag akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan secara resmi awal Zulhijah dengan menggabungkan metode hisab dan rukyat sebagai acuan nasional.

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang datangnya bulan yang sangat dimuliakan dalam Islam, banyak umat Muslim mulai mencari kepastian mengenai awal Dzulhijjah, karena bulan ini tidak hanya menjadi penanda ibadah haji, tetapi juga momentum spiritual besar seperti Idul Adha dan hari-hari terbaik untuk beramal saleh. 

Sebelum masuk ke rincian tanggal dan agenda ibadahnya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan 1 Dzulhijjah dan bulan Dzulhijjah itu sendiri. 

1 Dzulhijjah adalah hari pertama dimulainya bulan Dzulhijjah dalam kalender Hijriah, sedangkan bulan Dzulhijjah adalah bulan ke-12 dalam penanggalan Islam yang memiliki kedudukan sangat istimewa. 

Pada bulan ini, umat Islam di seluruh dunia melaksanakan rangkaian ibadah besar, mulai dari puasa sunnah, takbir, ibadah kurban, hingga puncak ibadah haji di Tanah Suci.

Penetapan awal 1 Dzulhijjah dilakukan oleh otoritas resmi seperti Kementerian Agama RI, bersama lembaga falak dan ormas Islam. 

Penentuannya menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi modern) dan rukyat (pengamatan hilal secara langsung). 

Hasil dari kedua metode ini kemudian dibahas dalam sidang isbat, sebuah forum musyawarah nasional yang memutuskan awal bulan Hijriah secara resmi. 

Pendekatan ini dipakai agar keputusan tidak hanya ilmiah secara perhitungan, tetapi juga terkonfirmasi secara visual dan dapat diterima secara syar’i.

Keutamaan bulan Dzulhijjah sangat besar dalam ajaran Islam. Sepuluh hari pertamanya disebut sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal ibadah. 

Di dalamnya terdapat waktu-waktu mustajab untuk berdoa, memperbanyak dzikir, berpuasa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Bahkan, bulan ini menjadi satu-satunya bulan yang di dalamnya terdapat ibadah haji dan Idul Adha sekaligus, menjadikannya salah satu periode paling agung dalam kalender Islam.

Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Pemerintah Baru akan Sidang Isbat, Muhammadiyah Sudah Menetapkan

Perkiraan Awal Dzulhijjah 1447 H sesuai Kalender Hijriah Kemenag

Menurut Kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. 

Tanggal ini menjadi acuan awal bagi umat Islam untuk mulai mempersiapkan diri memasuki rangkaian ibadah bulan Dzulhijjah, meskipun penetapan final tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Selain itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Semarang juga telah merilis jadwal pelaksanaan puasa sunnah Dzulhijjah 1447 H/2026 M sebagai panduan umat Islam dalam menghidupkan hari-hari awal bulan penuh keberkahan ini.

Berikut urutan lengkap perkiraan kalendernya:

Rangkaian tanggal ini bukan hanya sekadar penanggalan, tetapi juga panduan ibadah yang sangat dianjurkan. 

Puasa di sembilan hari pertama Dzulhijjah menjadi salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. 

Di antara seluruh hari tersebut, Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) menjadi yang paling utama. 

Puasa Tarwiyah dimaknai sebagai persiapan spiritual, penguatan niat, dan penyucian diri sebelum memasuki hari Arafah. Sementara Puasa Arafah memiliki keutamaan luar biasa berupa penghapusan dosa selama dua tahun bagi orang yang menjalankannya dengan penuh keimanan.

Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijjah 2026

Untuk memastikan kepastian awal bulan Dzulhijjah, Pemerintah melalui Kementerian Agama RI akan menggelar Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1447 H pada Ahad, 17 Mei 2026 di Jakarta. 

Sidang ini menjadi forum penting yang mempertemukan unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dan para ahli astronomi Islam dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Mengutip dari Instagram @urusanislam, berikut rangkaian kegiatan sidang isbat meliputi:

  • Seminar Posisi Hilal (disiarkan secara terbuka)
  • Laporan Hasil Rukyat dari berbagai titik pemantauan
  • Sidang penetapan bersama para pemangku kepentingan

Konferensi pers pengumuman hasil resmi

Sidang ini dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta. Dalam prosesnya, penentuan awal Dzulhijjah menggabungkan dua pendekatan utama, yaitu hisab dan rukyat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa hisab memberikan gambaran awal posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, sedangkan rukyat menjadi konfirmasi langsung melalui pengamatan di lapangan.

“Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” ujarnya, dikutip dari kemenag.go.id.

Berdasarkan hasil perhitungan awal, posisi hilal pada akhir bulan Zulkaidah 1447 H telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat. 

Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi keputusan final.

Penetapan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat sebagai otoritas tertinggi penentuan kalender Hijriah di Indonesia.

Ketetapan Muhammadiyah: Awal Dzulhijjah, Arafah, dan Idul Adha 2026

Selain pemerintah, Muhammadiyah juga menetapkan awal bulan Dzulhijjah melalui metode hisab. 

Dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, ditetapkan bahwa:

1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M

Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa penetapan dilakukan berdasarkan hasil hisab dengan pendekatan Parameter Kalender Global (PKG). 

Beberapa poin penting yang menjadi dasar penetapan antara lain:

  • Ijtimak menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H bertepatan 16 Mei 2026 M pukul 20:01:02 UTC.
    Saat matahari terbenam pada hari ijtimak, belum ada wilayah di dunia yang memenuhi PKG 1 (tinggi bulan ≥ 5° dan elongasi ≥ 8°) sebelum pukul 24:00 UTC.
  • PKG 2 juga tidak terpenuhi karena setelah pukul 24:00 UTC tidak ada wilayah daratan Amerika yang memenuhi kriteria tersebut, serta ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand.

Dengan dasar tersebut, 1 Zulhijah 1447 H ditetapkan seragam di seluruh dunia jatuh pada Senin, 18 Mei 2026 M.

Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Selasa Pon, 26 Mei 2026 M.

Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M.

Keutamaan Besar Bulan Dzulhijjah dalam Islam

Bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam karena Allah SWT secara khusus menyebut keutamaannya dalam Al-Qur’an. 

Dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2, Allah bersumpah dengan “sepuluh malam”, yang menurut banyak ulama tafsir merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah

Ini menunjukkan betapa agungnya waktu tersebut di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah (HR. Bukhari). 

Hadis ini menegaskan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan pada waktu tersebut memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.

Mengutip dari baznas.go.id, keutamaan bulan Dzulhijjah juga terlihat dari berbagai peristiwa besar di dalamnya, antara lain:

  • Hari Arafah (9 Dzulhijjah) yang menjadi momen pengampunan dosa dua tahun
  • Hari Idul Adha (10 Dzulhijjah) sebagai puncak ibadah kurban
  • Pelaksanaan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima

Ketiga momentum besar ini menjadikan Dzulhijjah sebagai bulan yang tidak hanya penuh ibadah, tetapi juga penuh makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulhijjah

Untuk meraih keutamaan bulan Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh. 

Puasa sunnah menjadi amalan utama, terutama pada sembilan hari pertama. 

Puasa Arafah menjadi puncaknya karena memiliki keutamaan penghapusan dosa selama dua tahun sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih.

Selain puasa, memperbanyak dzikir seperti takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih juga sangat dianjurkan. 

Al-Qur’an dalam Surah Al-Hajj ayat 28 menegaskan pentingnya mengingat Allah pada hari-hari tertentu yang oleh para ulama ditafsirkan sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Amalan lainnya adalah:

  • Shalat sunnah (tahajud, dhuha, dan rawatib)
  • Sedekah kepada sesama
  • Memperbanyak doa dan istighfar
  • Menunaikan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan
  • Ibadah kurban sendiri menjadi simbol kepasrahan total seorang hamba kepada Allah SWT, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi ketaatan kepada Allah.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait 1 Dzulhijjah dan Idul Adha 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved