Senin, 25 Mei 2026

Aktivis dan Jurnalis RI Ditangkap Israel

Asad Aras Peluk dan Gendong Putri Tercinta Setiba di Bandara Soetta

Lolos dari penahanan Israel, relawan GSF Asad Aras tiba di Bandara Soetta dan langsung gendong erat putrinya. Intip suasananya!

Tayang:
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia
PEMULANGAN WNI - Asad Aras Muhammad, relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, mencium kening istri sambil menggendong putri tercinta saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026) petang. Momen itu terjadi sesaat setelah ia kembali ke Indonesia melalui proses diplomasi usai menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. 

Ringkasan Berita:
  • Tiba di Bandara Soetta, relawan kemanusiaan Asad Aras disambut isak tangis dan pelukan haru keluarga.
  • Sempat ditahan militer Israel di Laut Mediterania, Asad Aras langsung gendong erat putri kecilnya.
  • Menlu Sugiono kawal langsung kepulangan sembilan WNI dari Istanbul menuju terminal kedatangan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Isak tangis dan pelukan keluarga mewarnai kedatangan Asad Aras Muhammad, relawan kemanusiaan armada kapal Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, saat tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) petang.

Asad Aras merupakan satu dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan militer Israel saat menjalankan misi logistik kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia melalui jalur diplomasi.

  
Kedatangan Disambut Menteri Luar Negeri

Pantauan Tribunnews.com di lokasi pukul 15.35 WIB, Asad Aras terlihat berjalan menyusuri lorong terminal kedatangan internasional didampingi Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Ia mengenakan kaus hitam yang dipadukan dengan keffiyeh, syal tradisional khas Palestina.

Setibanya di area pembatas kedatangan, Asad Aras langsung menghampiri keluarga yang telah menunggu sejak awal kedatangan.

Suasana seketika berubah haru ketika ia memeluk dan menggendong putri tercintanya, disambut kecupan hangat serta bunga mawar merah dari keluarga.

Momen itu berlangsung emosional.

Asad Aras dan keluarga tampak tak kuasa menahan haru, dengan mata yang memerah dan menahan air mata.

Baca juga: Jarwo Naif Peluk Ronggo Flotilla di Soetta Usai Bebas dari Israel

 
Momen Haru di Tengah Terminal Padat

Di tengah keramaian penumpang internasional, momen pertemuan itu berlangsung singkat namun emosional.

Asad Aras beberapa kali memeluk anggota keluarga, sementara putrinya tetap berada dalam gendongannya saat menyapa kerabat yang hadir.

Mawar merah terlihat dibawa keluarga sebagai simbol penyambutan, sementara suasana terminal dipenuhi kerumunan yang mengabadikan momen kepulangan tersebut.

 
Kronologi Pencegatan di Laut Mediterania

Asad Aras Muhammad diketahui merupakan utusan lembaga kemanusiaan Spirit of Aqso.

Ia berada dalam kapal Kasri Sadabad yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza.

Namun, saat berada di perairan internasional Laut Mediterania, kapal tersebut diintersep oleh otoritas militer Israel.

Rombongan kemudian sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui proses diplomasi.

 
Delapan WNI Lain dalam Rombongan

WNI DITAHAN ISRAEL — Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis nasional, ditangkap militer Israel (IDF) saat berada di kapal misi kemanusiaan di perairan internasional lepas pantai Siprus. Kapal tersebut membawa bantuan logistik menuju Jalur Gaza, Palestina.
WNI DITAHAN ISRAEL — Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk tiga jurnalis nasional, ditangkap militer Israel (IDF) saat berada di kapal misi kemanusiaan di perairan internasional lepas pantai Siprus. Kapal tersebut membawa bantuan logistik menuju Jalur Gaza, Palestina. (Instagram @globalpeaceconvoy)
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved