Tekanan Ekonomi Global Disebut Memperbesar Kecemasan Sosial
Syam Basrijal menyoroti meningkatnya kecemasan sosial di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Menurut Syam Basrijal, bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang tidak memiliki masalah, melainkan bangsa yang tetap mampu menjaga kejernihan di tengah tekanan.
Baca juga: Infrastruktur Digital Jadi Pilar Utama Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
“Hanya manusia yang tenang yang mampu berpikir utuh. Hanya pikiran yang jernih yang mampu membaca peluang di tengah krisis. Dan hanya masyarakat yang tidak mudah panik yang mampu bertahan dalam perubahan besar,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa ketenangan kini bukan lagi sekadar urusan pribadi, melainkan telah menjadi bagian dari kekuatan kesadaran sosial dan pertahanan bangsa.
“Jika ketakutan terus dipelihara, maka tanpa sadar bangsa ini perlahan akan menghancurkan dirinya sendiri dari dalam,” ujar Syam Basrijal.
“Lucunya, banyak orang belum benar-benar hancur karena resesi—mereka hanya kalah lebih dulu oleh kepanikan sendiri. Padahal di tengah ketidakpastian, yang paling menentukan bukan siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang tetap cukup tenang untuk berpikir jernih saat yang lain sibuk kehilangan arah,” tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Syam-Basrijal.jpg)