Bolehkah Puasa Arafah, tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan? Simak Penjelasannya
Berikut penjelasan ulama mengenai bolehkah menjalankan puasa arafah tetapi masih mempunyai utang puasa Ramadhan.
Ringkasan Berita:
- Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.
- Keutamaan puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
- Seseorang diperbolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari-hari sunah di bulan Dzulhijjah, termasuk hari Arafah.
TRIBUNNEWS.COM - Menjelang hari raya Idul Adha, banyak umat Islam mulai bersiap menjalankan puasa sunah Arafah yang dikenal memiliki keutamaan besar.
Puasa Arafah adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan hari ketika jemaah haji sedang wukuf di Padang Arafah.
Keutamaan puasa Arafah adalah dihapuskannya dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.
Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Namun, tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah seseorang tetap boleh menjalankan puasa Arafah meski masih memiliki utang puasa Ramadhan yang belum diganti?
Pertanyaan ini kerap muncul karena sebagian orang belum sempat menunaikan qadha puasa akibat sakit, perjalanan, maupun alasan syar'i lainnya.
Lalu, bagaimana penjelasan hukumnya menurut ulama?
Bolehkah puasa Arafah meski masih mempunyai utang puasa Ramadhan?
Dikutip dari penjelasan MUI Digital dalam laman kotasemarang.baznas.go.id, seseorang diperbolehkan melaksanakan puasa qadha Ramadhan bertepatan dengan hari-hari sunah di bulan Dzulhijjah, termasuk hari Arafah.
Artinya, ketika ia berpuasa untuk mengganti kewajiban Ramadhan, ia tetap mendapatkan keutamaan puasa sunah Dzulhijjah.
Pandangan ini juga selaras dengan fatwa Imam Al-Barizi yang dinukil oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi.
Dalam penjelasannya, dia menyebut bahwa puasa pada hari-hari yang memiliki keutamaan khusus secara otomatis menghadirkan pahala puasa sunnah, meskipun seseorang hanya berniat mengerjakan puasa wajib seperti qadha Ramadhan.
Baca juga: Fadhilah Puasa Arafah 2026 & Bacaan Niatnya, Dapat Menebus Dosa Tahun Lalu dan Akan Datang
Niat Puasa Arafah
Niat puasa Arafah dapat dilafalkan pada malam hari atau pagi hari jika belum makan/minum sejak subuh.
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."
Hukum dan Ketentuan Puasa Arafah
- Bagi Jemaah Haji: Puasa Arafah tidak disunahkan (bahkan makruh) bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah agar tetap memiliki fisik yang kuat untuk berdoa.
- Sendiri: Puasa Arafah boleh dikerjakan meskipun Anda tidak melakukan puasa Tarwiyah (pada tanggal 8 Dzulhijjah) sebelumnya.
Jadwal Puasa Arafah 2026
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan demikian, 10 Zulhijah 1447 H atau Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Untuk itu, puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026.
Selain menjalankan ibadah puasa , umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan memperbanyak membaca kalimat tauhid pada hari Arafah.
(Tribunnews.com/Nurkhasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DOA-PUASA-ARAFAH-3453454334.jpg)