Kamis, 4 Juni 2026

Idul Adha 2026

Polemik 1.098 Sapi Kurban Prabowo, Pengamat: Sejak Kapan Presiden Berkurban Menggunakan Dana APBN?

Selain soal kemampuan pemberian informasi yang jelas kepada publik, Ray menyoroti, ramainya respons masyarakat atas pembelian kurban ini.

Tayang:
Tribun Jakarta/Elga Hikari Putra
SAPI KURBAN PRABOWO - Sapi limosin berbobot 1 ton sumbangan dari Presiden Prabowo kepada pengurus Masjid Al Ichrom, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (26/5/2026). Pengamat politik Ray Rangkuti buka suara terkait pembelian sebanyak 1.098 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan menggunakan uang negara. 

Ringkasan Berita:
  • Pengamat politik Ray Rangkuti buka suara terkait pembelian sebanyak 1.098 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan menggunakan uang negara.
  • Selain soal kemampuan pemberian informasi yang jelas kepada publik, Ray menyoroti, ramainya respons masyarakat atas pembelian kurban ini.
  • Menandakan masyarakat Indonesia semakin kritis dalam menanggapi kebijakan pemerintah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Ray Rangkuti buka suara terkait pembelian sebanyak 1.098 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto dengan menggunakan uang negara.

Ray menilai, pembelian ribuan ekor sapi tersebut tidak masalah selama jelas maksud dan tujuannya.

Baca juga: Din Syamsuddin Sebut 1.098 Sapi yang Disalurkan Prabowo Merupakan Bantuan Negara Bukan Ibadah Kurban

Misalnya, kata dia, publik tidak mendapatkan kejelasan mengenai sapi-sapi kurban tersebut, apakah dibeli sebagai kurban Presiden atau negara.

"Sebenarnya tidak ada masalah selama penyampaian maksud dan tujuannya lebih terang. Sejauh ini, kurang jelas apakah pembelian hewan kurban ini sebagai kurban presiden atau negara. Apakah ini hewan kurban dari pak Prabowo atau sumbangan hewan kurban bagi siapun yang hendak berkurban tapi kurang memiliki kemampuan," kata Ray, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: KPK Sembelih 8 Sapi, Daging Kurban Dibagikan kepada Warga Sekitar hingga Wartawan

"Sebelumnya yang mencuat adalah hewan kurban Presiden dari dana APBN. Tentu redaksi ini sangat potensial menimbulkan tanya, sejak kapan presiden berkurban dengan menggunakan dana APBN," tambah dia.

Selain soal kemampuan pemberian informasi yang jelas kepada publik, Ray menyoroti, ramainya respons masyarakat atas pembelian kurban ini menandakan masyarakat Indonesia semakin kritis dalam menanggapi kebijakan pemerintah.

"Ada perkembangan masyarakat kita yang makin kritis. Pada masyarakat yang seperti ini, info tentang berbagai hal memang harus terang. Salah satu pintu kritik publik atas hewan kurban itu adalah adanya nuansa seolah hewan kurban dimaksud merupakan kurban presiden sebagai personal. Dan ramailah perhatian masyarakat," ucap Ray.

Respons publik yang demikian, menurut Ray, juga menunjukkan tuntutan dari masyarakat agar pemerintah tidak selalu menonjolkan diri dari program yang anggarannya bersumber dari uang negara.

"Situasi seperti ini juga menggambarkan adanya tuntutan masyarakat agar pemerintah tidak selalu menonjolkan diri (pencitraan) dari program yang dibiayai negara. Masyarakat kita makin kritis atas penggunaan APBN. Untuk apa dan buat siapa," kata Ray.

Lebih lanjut, Ray menuturkan, maraknya respon negatif publik atas hewan sapi kurban presiden juga mestinya menjadi sinyal lain bahwa masyarakat mulai lebih kritis pada pemerintah.

"Alias, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah menurun. Oleh karena itu, pernyataan soal kepuasan yang tinggi, sebaiknya dikorelasikan dengan fakta-fakta lapangan, dimana sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah mulai makin meningkat. Khususnya di media sosial," kata Ray.

Ia menilai, tidak mudah lagi bagi pemerintah untuk menampilkan sesuatu yang baik sebagai baik di mata rakyat. Menurunnya kepercayaan ini, tentu disebabkan banyak hal.

"Pandangan negatif publik terhadap hewan kurban presiden adalah salah satu efek dari ketidak percayaan yang mulai meningkat. Tentu, terserah pada pemerintah. Apakah mereka membaca sinyal ini, atau tetap berkeyakinan bahwa masyarakat sangat percaya pada mereka," ucap Ray Rangkuti.

Baca juga: Polemik Hewan Kurban Prabowo Beli Pakai Dana APBN, Golkar Pasang Badan Bela Pemerintah

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto berkurban sebanyak 1.098 ekor sapi untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, disalurkan ke 552 daerah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama di seluruh Indonesia.

Dalam keterangan resminya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu, mengatakan sebanyak 598 ekor sapi disalurkan kepada 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta 500 ekor sapi diserahkan kepada lembaga hingga tokoh masyarakat.

Prabowo menyerahkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban yang akan dibagikan kepada pertama seluruh provinsi, seluruh kabupaten, dan seluruh kota madya. (*)

 

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved