Selasa, 9 Juni 2026

Rupiah Anjlok

Protes Mahasiswa Kini Dimulai dari Semarang

Kevin mengaku awalnya tidak memperkirakan kampanye tersebut akan menjadi viral. 

Tayang:
Penulis: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Tribun Jateng
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Jalan Imam Bardjo, Kota Semarang, Kamis (5/6/2026) pekan lalu. /Foto: Tangkapan Layar Youtube Tribun Jateng 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah melakukan protes terhadap terus melemahnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini.
  • Bahkan BEM SI se-Jateng memberikan tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai rupiah.
  • Mensesneg Prasetyo menanggapi hal itu dan  menyebut persoalan ekonomi merupakan isu yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan hanya berdasarkan tenggat waktu yang ditentukan pihak tertentu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah, Jalan Imam Bardjo, Kota Semarang, Kamis (5/6/2026) pekan lalu.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Jawa Tengah itu memprotes kondisi perekonomian akhir-akhir ini yang kian memprihatinkan.

"Ketika kami nongkrong dan melihat kurs rupiah yang terus diperbarui setiap hari, ternyata nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin melemah hingga menyentuh Rp 18.000,"

"Dari situ muncul kegelisahan kami. Apakah masyarakat tahu bahwa pelemahan rupiah ini akan berpengaruh terhadap kehidupan mereka?" ujar Kevin Priambodo, Presiden Mahasiswa Polines, yang ikut dalam unjuk rasa itu.

Dalam aksinya mahasiswa membakar uang mainan sebagai simbol pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Tak lama kemudian mahasiswa kemudian menaburkan bunga, memanjatkan doa bersama, hingga melakukan penyegelan simbolis terhadap Kantor BI Jawa Tengah.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Tengah itu berasal dari sejumlah kampus di antaranya Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Mahasiswa kemudian mengunggah sejumlah poster kritik yang salah satunya bertuliskan "Gaya Elit, Rupiah Sulit".

Unggahan tersebut mendapat perhatian luas dan menyebar di berbagai platform media sosial.

Kevin mengaku awalnya tidak memperkirakan kampanye tersebut akan menjadi viral. 

Bahkan dalam unggahannya, BEM SI di Jawa Tengah menyampaikan ultimatum kepada pemerintah untuk menguatkan nilai tukar rupiah. 
 
Dalam unggahan Instagram akun BEM SI dan Story Rakyat, @bem_si dan @storyrakyat_, BEM SI se-Jateng memberikan tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai rupiah. 

Catatan Tribunnews.com ini merupakan demo mahasiswa pertama kali yang terekspos setelah nilai tukar rupiah terus melemah sejak beberapa hari lalu.

Semarang kerap dijuluki sebagai Kota Perjuangan karena menjadi pusat perlawanan heroik rakyat Indonesia selama mempertahankan kemerdekaan.

Pertempuran Lima Hari di Semarang (15–19 Oktober 1945) adalah salah satu pertempuran terbesar dan paling sengit di awal masa kemerdekaan Indonesia. 

Tanggapan Istana

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, merespon tuntutan BEM SI Jawa Tengah kepada pemerintah untuk memperbaiki kondisi perekonomian nasional dalam waktu 18 hari. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved