Harga BBM Naik
Warga Hingga Ojol Terus Kirim Air dan Makanan untuk Pendemo di Bundaran HI, Ada Zaskia Adya Mecca
Mereka adalah warga yang bersolidaritas untuk turun ke jalan demi mendukung aksi demonstrasi mahasiswa terkait isu kenaikan Harga BBM jenis Pertamax..
Ringkasan Berita:
- Suasana di posko logistik ini terasa sangat organik. Nyaris setiap 15 menit, sebuah ojek daring atau mobil pribadi berhenti sejenak.
- Ada juga figur Zaskia Adya Mecca yang mengaku telah menyiapkan keperluan medis, mulai dari obat-obatan ringan sampai ambulans.
- Penutupan dilakukan menggunakan barrier, barikade dan mobil rantis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Matahari tepat berada di atas kepala, menyengat aspal di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Saat hiruk-pikuk kendaraan yang melintas di jantung ibu kota, dan deru mesin bersautan berdiri posko-posko logistic yang dipenuhi ribuan botol air mineral, hingga makanan ringan.
Baca juga: Tentara dan Polisi Jaga Ketat Kawasan Semanggi Arah Bundaran HI, Ini Penampakannya
Mereka adalah warga yang bersolidaritas untuk turun ke jalan demi mendukung aksi demonstrasi mahasiswa terkait isu kenaikan Harga BBM jenis Pertamax.
Suasana di posko logistik ini terasa sangat organik. Nyaris setiap 15 menit, sebuah ojek daring atau mobil pribadi berhenti sejenak, menurunkan paket-paket makanan mulai dari nasi bungkus, donat, hingga buah-buahan. Pantauan Tribunnews, tidak ada daftar nama donatur yang tercatat.
Setidaknya ada dua titik posko yang berdiri dadakan menjelang rencana demonstrasi siang. Selain menyiapkan keperluan darurat, para relawan juga membawa poster-poster yang berisi sendiran ke pemerintah.
"Snack gratis dari rakyat untuk rakyat. Beneran gratis nggak pakai uang pajakmu," tulis di poster-poster yang mereka bawa.
Di posko tersebut, ada juga figur Zaskia Adya Mecca, yang mengaku telah menyiapkan keperluan medis, mulai dari obat-obatan ringan sampai ambulans.
"Alhamdulillah setiap ada kiriman makanan, minuman yang kita nggak tahu dari siapa dan ini akan terus datang. Pokoknya intinya kami siap men-support adik-adik dari mahasiswa. Ini yang bisa kami lakukan, kami menyediakan logistik," ungkap Zaskia.
"Alhamdulillah bawa tadi sama teman-teman bawa tiga ambulans, bawa petugas medis bawa obat-obatan. Kami sudah taruh ambulans di titik-titik yang mudah kalau emang harus ada yang dibawa ke RSCM gitu. Jadi kami men-support pergerakan mereka," jelasnya.
Sebelumnya massa aksi dari elemen mahasiswa Universitas Indonesia (UI) alami penghalangan saat hendak melintas di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan untuk menuju titik aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (12/6/2026).
Baca juga: Bus Rombongan Mahasiswa UI Diadang Polisi di Semanggi, Situasi Sempat Panas dan Saling Dorong
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo mengatakan penghalangan ini dilakukan oleh polisi dengan menutup semua simpul perlintasan di Semanggi. Penutupan dilakukan menggunakan barrier, barikade dan mobil rantis.
"Tadi kita kan karena dari Depok, kita jalan lewat Lenteng Agung, kita belok kiri ke arah Pancoran. Kemudian di depan Polda Metro Jaya, Semanggi, harusnya kan kita belok kiri ambil bawah ke arah Sudirman, tapi jalan ditutup. Kita sudah coba menyampaikan bahwasanya kita sudah memberikan surat pemberitahuan aksi, pun juga kami sudah mempublikasikan di media sosial semua terkait dengan titik aksi dan sebagainya, tapi kita dipaksa pindah ke depan gedung DPR/MPR," katanya saat dikonfirmasi, Jumat.
Massa mahasiswa sempat meminta untuk tetap dibukakan jalan menuju kawasan Bundaran HI. Namun polisi bergeming. Bahkan situasi sempat memanas dan terjadi dorong - dorongan antara mahasiswa dan polisi.
"Sempat. Kita sempat minta dibukain jalannya, tapi dari polisi sama sekali nggak mau memberikan jalan dan bahkan sempat terjadi dorong-dorongan juga," kata dia.
Namun Dimas menyatakan pihaknya yang terdiri dari 700 mahasiswa dengan menaiki 14 bus tetap bersikeras untuk menuju titik aksi sesuai rencana yakni Bundaran HI.
Salah satu upaya dari para mahasiswa adalah dengan bergerak serentak berjalan kaki menuju Bundaran HI.
"Pasti. Kami pasti akan terus berusaha untuk menuju ke Bundaran HI dan kami harap juga polisi berkenan untuk membukakan jalannya dan tidak mengganggu hak konstitusional kami dalam menyampaikan pendapat," katanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya mengalihkan titik tersebut ke kawasan DPR/MPR dan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
"Kami juga dari Direktorat Intelijen sudah berkomunikasi untuk mengalihkan titik tadi di Bundaran HI bisa di sekitar Patung Kuda ataupun di depan DPR/MPR, sehingga aspirasinya juga tersampaikan dengan baik dan ini juga dilindungi oleh undang-undang," kata Budi Hermanto kepada wartawan, Jumat.
Ia mengatakan alasan dialihkannya lokasi itu karena Bundaran HI banyak aktivitas perekonomian sehingga terpaksa harus dipindahkan.
"Memang kita ketahui bahwa seputaran Bundaran HI itu bukan merupakan tempat yang untuk menyampaikan aspirasi. Karena memang ada kegiatan-kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya, sehingga kita sama-sama memaklumi, memahami untuk saling menghormati," ucapnya.
Baca juga: Jelang Aksi Mahasiswa, Arus Kendaraan di Patung Kuda Jakarta Pusat Terpantau Normal
Dalam hal ini, pihaknya nanti bakal menyiapkan perubahan rekayasa lalu lintas di beberapa titik. Namun, sifatnya masih situasional melihat kondisi dan situasi di lapangan.
"Kita juga menghimbau kepada warga masyarakat yang memiliki kepentingan, dapat mungkin melihat nanti info dari media sosial ataupun info-info update dari Ditlantas dan Polda Metro Jaya," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Posko-masyarakat-di-Bundaran-HI-Jakarta.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.