Selasa, 16 Juni 2026

Demonstrasi di Berbagai Wilayah RI

Aksi Demo Serentak Hari Ini, Pengamat: Ini Peringatan bagi Pemerintah agar Berefleksi

Banyaknya aksi unjuk rasa mahasiswa hari ini disebut menunjukkan kebijakan pemerintah belum bisa memuaskan masyarakat.

Tayang:
Tribunnews.com/Tribun Solo/Andreas Chris Febrianto/Tri Widodo/TribunJateng/iwan Arifianto
DEMO MAHASISWA - Demo mahasiswa di daerah menyasar kantor DPRD, mereka melakukan aksi bakar spanduk, blokir jalan hingga panjat pintu gerbang. Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Solo Raya di depan Gedung DPRD Solo, Jalan Adi Sucipto, Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Sebelum membubarkan diri, massa aksi demo di depan kantor DPRD Solo sempat membakar sejumlah spanduk, Jumat (12/6/2026) pukul 17.40 WIB. BEM Universitas Diponegoro bersama GERAM, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur dan DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (12/6/2026) sore. Aksi tersebut untuk merespon kondisi bangsa saat ini yang dinilai mahasiswa makin carut marut. 
Ringkasan Berita:
  • Para mahasiswa kembali melangsungkan aksi unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia.
  • Pengamat komunikasi politik Kunto Adi Wibowo menilai demonstrasi ini terjadi karena kebijakan pemerintah dinilai belum bisa memuaskan masyarakat.
  • Kunto mengatakan pemerintah harus memperbaiki aspek komunikasinya.

 

TRIBUNNEWS.COM – Banyak mahasiswa dari sejumlah daerah di tanah air kembali menggelar aks demonstrasi serentak hari ini, Senin, (15/6/2026).

Di Jakarta, demontrasi terjadi di kawasan Gedung DPR-MPR, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monumen Nasional, hingga Kantor Badan Gizi Nasional (BGN).

Unjuk rasa turut digelar oleh mahasiswa USU di Gedung DPRD Provinsi Sumatra Utara, mahasiswa Unand di Gedung DPRD Provinsi Sumatra Barat, sejumlah mahasiswa dan masyarakat di Gedung DPRD Kabupaten Majalengka, mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Sumatra Selatan, mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, dan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati di Gedung DPRD Jawa Barat.

Berbagai aksi demonstrasi itu menyuarakan sejumlah tuntutan, yakni pembatalan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), penghentian atau evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga peninjauan kembali UU Polri.

Kebijakan pemerintah belum bisa memuaskan

Pengamat komunikasi politik Kunto Adi Wibowo mengatakan kemunculan berbagai demonstrasi serentak di tanah air menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah belum bisa memuaskan masyarakat.

“Realitas yang dilihat pemerintah atau partai penguasa berbeda dengan realitas yang dirasakan oleh teman-teman mahasiswa,“ kata Kunto dalam program Kompas Siang di Kompas TV, Senin.

“Ketika pemerintah menunjukkan data-data, komitmen, dan segala macam, efeknya mungkin belum dirasakan sampai ke akar rumput, sampai ke mahasiswa. Itulah kenapa hari ada banyak konsolidasi untuk aksi teman-teman mahasiswa di seluruh daerah,” ujar Kunto yang menjadi staf pengajar di Universitas Padjadjaran itu.

Menurut Kunto, adanya demonstrasi itu menjadi sebuah peringatan bagi pemerintah agar melakukan refleksi diri. Apabila pemerintah sudah mengeluarkan atau melakukan kebijakan dengan tepat, mahasiswa akan mengapresiasinya.

Adapun yang muncul kini justru kritik dan demonstrasi. Hal itu, kata Kunto, menunjukkan adanya realitas yang berbeda.

Kunto turut menyinggung aspek komunikasi pemerintah yang menurutnya perlu dibenahi. Sebagai contoh, pidato yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto masih terasa sinis terhadap para pengkritik pemerintah.

Baca juga: Ada 4 Demo Mahasiswa di Jakarta, tapi BEM UI Tak Ikut Serta, Sebut Masih Lakukan Evaluasi

“Ini antara statement antara pemerintah terbuka terhadap kritik dan Pak Prabowo sendiri yang agak sinis terhadap yang mengkritik. Ini jadi realitas yang enggak sinkron sehingga komunikasinya kurang bisa diterima dengan bagus oleh masyarakat,” ujar pengamat itu.

Kunto menyebut salah satu yang dikritik oleh mahasiswa adalah pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Dia menilai banyak yang tidak suka melihat Prabowo sering ke luar negeri di tengah efisiensi anggaran.

Menurut dia, ketidakkonsistenan pemerintah membuat para mahasiswa merasa harus mengkritik pemerintah Prabowo lewat aksi demonstrasi.

Aksi demonstrasi di berbagai daerah

Berikut sejumlah aksi unjuk rasa yang dilakukan di berbagai daerah hari ini.

1. Jakarta

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) bakal menggelar aksi di depan Istana Negara hari ini.

Aksi tersebut dijadwalkan dimulai pukul 10.00 WIB dengan target lebih dari 200 peserta.

Selain mahasiswa UBK, sejumlah mahasiswa dari kampus lain disebut akan turut bergabung.

"Kita melihat kondisi negara hari ini sangat terpuruk, bahwasanya negara ini sedang tidak baik-baik saja," kata Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M Abdi Maludin saat dihubungi, Minggu (14/6/2026).

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Larang Personel Bawa Senpi saat Amankan Demo, Minta Provost Rekam

Dalam aksi kali ini, mereka membawa enam tuntutan kepada pemerintah sebagai berikut.

  1. Menghentikan sementara dan mengevaluasi secara menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
  2. Meninjau kembali Undang-Undang Kepolisian RI.
  3. Menghentikan militerisme dan menegakkan supremasi sipil.
  4. Mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional.
  5. Menjamin hak pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau.
  6. Meninjau kembali kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai membebani masyarakat.

2. Majalengka

Aliansi mahasiswa dan masyarakat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, juga akan menggelar aksi hari ini mulai pukul 13.00 WIB.

Aksi tersebut mengusung tema #MajalengkaBergerak. Diperkirakan diikuti sekira 200 peserta dari berbagai elemen mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga masyarakat.

"Dalam aksi yang kami lakukan ada beberapa tuntutan yang menjadi fokus utama untuk disampaikan kepada wakil rakyat," kata Ketua BEM Universitas Majalengka (UNMA) Nendi Nurdiana, Kamis (14/6/2026), dilansir TribunJabar.id

Adapun tuntutan aksi di antaranya:

  1. Mendesak pemerintah mengurangi pemborosan APBN;
  2. Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG);
  3. Segera atasi lonjakan harga BBM;
  4. Segera atasi melemahnya nilai tukar rupiah;
  5. Presiden dan pemerintah diminta bertanggung jawab serta mengevaluasi kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

3. Palembang

Sebanyak 1.000 mahasiswa diperkirakan akan melakukan aksi unjuk rasa di Palembang, Sumatra Selatan, hari ini.

Melansir TribunSumsel.com, aksi unjuk rasa itu dijadwalkan berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Sumsel.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yakni:

  1. Meminta pemerintah tidak melakukan pemborosan APBN;
  2. Menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih;
  3. Mendesak pemerintah bersama Pertamina melakukan evaluasi terhadap kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah daerah;
  4. Meminta penempatan anggota TNI dan Polri dilakukan sesuai dengan ranah serta fungsi institusinya masing-masing;
  5. Mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas dalang di balik kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis HAM.

4. Balikpapan

Gelombang demonstrasi juga akan mewarnai Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, hari ini.

Sejulah elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak bakal menggelar aksi unjuk rasa mulai pukul 12.00 WIB.

Massa akan berkumpul di Plaza Balikpapan, Simpang Tiga Plaza kemudian menuju Kantor DPRD.

Dalam aksi kali ini, kenaikan harga BBM akan menjadi tuntutan paling utama, dilansir TribunKaltim.co.

Evaluasi terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto juga menjadi satu di antara tuntutan yang akan diutarakan dalam demo hari ini.

5. Banjarmasin

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan juga bakal menggelar demonstrasi, hari ini.

Sekira 500 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan masyarakat sipil bakal turun ke jalan.

Demo akan dipusatkan di depan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, melansir TribunBanjarmasin.com.

Massa dijadwalkan berkumpul di kawasan Siring Patung Bekantan pada pukul 13.00 Wita.

Dalam aksi ini, mahasiswa membawa empat tuntutan utama di antaranya:

  1. Mendesak pemerintah menghentikan realisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Koperasi Merah Putih (KMP);
  2. Meminta pemerintah pusat membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat;
  3. Penolakan terhadap revisi Undang-Undang Polri;
  4. Meminta pemerintah pusat dan daerah lebih memprioritaskan kesejahteraan pendidikan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

(Tribunnews.com/Febri/Nanda Lusiana/Mario Christian Sumampow, TribunJabar.id/Adhim Mugni Mubaroq, TribunSumsel.com/Linda Trisnawati, TribunKaltim.co/Dwi Ardianto, TribunBanjarmasin.com/Muhammad Syaiful Riki)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved