Selasa, 16 Juni 2026

Tahun Baru Islam

Tanggal 16 Juni 2026 Libur Apa? Cek SKB 3 Menteri 

Masyarakat yang tengah merencanakan aktivitas pada Juni 2026 perlu mengetahui jadwal hari libur nasional yang telah ditetapkan SKB 3 Menteri.

Tayang:
aceh.kemenag.go.id
KALENDER JUNI 2026 - Tangkapan layar laman aceh.kemenag.go.id pada Minggu (24/5/2026). Berikut daftar tanggal merah bulan Juni 2026 menurut SKB 3 Menteri. Masyarakat yang tengah merencanakan aktivitas pada Juni 2026 perlu mengetahui jadwal hari libur nasional yang telah ditetapkan SKB 3 Menteri. 
Ringkasan Berita:
  • Selasa, 16 Juni 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional untuk memperingati 1 Muharam 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam berdasarkan SKB 3 Menteri.
  • SKB 3 Menteri menjadi pedoman resmi bagi instansi pemerintah, sekolah, perusahaan, dan masyarakat dalam menentukan jadwal hari libur nasional serta cuti bersama sepanjang tahun 2026.
  • Tahun Baru Islam menandai awal kalender Hijriah yang ditetapkan sejak masa Khalifah Umar bin Khattab.

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat yang tengah merencanakan aktivitas kerja, sekolah, maupun perjalanan pada pertengahan Juni 2026 perlu mengetahui jadwal hari libur nasional yang telah ditetapkan pemerintah. 

Pasalnya, sejumlah tanggal penting dalam kalender nasional maupun keagamaan telah diatur secara resmi sehingga dapat menjadi acuan bagi instansi pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.

Salah satu tanggal yang banyak dicari adalah Selasa, 16 Juni 2026. 

Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka 1 Muharam 1448 Hijriah atau Tahun Baru Islam.

Hari libur nasional merupakan hari yang ditetapkan pemerintah untuk memperingati peristiwa penting keagamaan maupun kenegaraan dan berlaku secara nasional. 

Pada hari tersebut, sebagian besar kegiatan perkantoran, sekolah, dan layanan pemerintahan diliburkan, kecuali sektor tertentu yang tetap beroperasi sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.

Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama setiap tahun dilakukan melalui SKB 3 Menteri, yaitu keputusan bersama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian PANRB. Regulasi ini berfungsi sebagai pedoman resmi dalam penyusunan kalender kerja, kalender pendidikan, jadwal pelayanan publik, hingga perencanaan operasional perusahaan. 

Karena itu, SKB 3 Menteri ditujukan bagi ASN, pegawai swasta, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, serta seluruh masyarakat Indonesia agar memiliki acuan yang sama terkait hari kerja dan hari libur sepanjang tahun.

Dengan adanya ketetapan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan libur 1 Muharam untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, mengikuti kegiatan keagamaan, maupun melakukan refleksi diri dalam menyambut pergantian tahun Hijriah. 

Tahun Baru Islam sendiri menjadi salah satu hari besar yang memiliki makna penting bagi umat Muslim karena menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah yang digunakan di berbagai negara Islam di dunia.

16 Juni 2026 Libur Nasional Tahun Baru Islam 1448 H

Baca juga: Doa Akhir & Awal Tahun Hijriah, Dibaca 3 Kali setelah Ashar dan Maghrib Sambut Tahun Baru Islam

Menurut SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Selasa, 16 Juni 2026 merupakan hari libur nasional dalam rangka 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Perayaan Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharam, bulan pertama dalam kalender Hijriah. 

Momen ini tidak hanya menjadi penanda pergantian tahun bagi umat Islam, tetapi juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, dan memperkuat hubungan sosial dengan sesama.

Daftar Lengkap Hari Libur Nasional Tahun 2026

Berikut daftar hari libur nasional tahun 2026 menurut SKB 3 Menteri:

  • 1 Januari 2026 (Kamis): Tahun Baru 2026 Masehi
  • 16 Januari 2026 (Jumat): Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
  • 17 Februari 2026 (Selasa): Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • 19 Maret 2026 (Kamis): Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
  • 21–22 Maret 2026 (Sabtu–Minggu): Idul Fitri 1447 H
  • 3 April 2026 (Jumat): Wafat Yesus Kristus
  • 5 April 2026 (Minggu): Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
  • 1 Mei 2026 (Jumat): Hari Buruh Internasional
  • 14 Mei 2026 (Kamis): Kenaikan Yesus Kristus
  • 27 Mei 2026 (Rabu): Iduladha 1447 H
  • 31 Mei 2026 (Minggu): Hari Raya Waisak 2570 BE
  • 1 Juni 2026 (Senin): Hari Lahir Pancasila
  • 16 Juni 2026 (Selasa): 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 H
  • 17 Agustus 2026 (Senin): Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
  • 25 Agustus 2026 (Selasa): Maulid Nabi Muhammad SAW
  • 25 Desember 2026 (Jumat): Hari Raya Natal

Daftar Cuti Bersama Tahun 2026

Sementara itu, pemerintah juga menetapkan enam periode cuti bersama pada tahun 2026, yaitu:

  • 16 Februari 2026 (Senin): Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • 18 Maret 2026 (Rabu): Hari Suci Nyepi
  • 20, 23, dan 24 Maret 2026: Idulfitri 1447 H
  • 15 Mei 2026 (Jumat): Kenaikan Yesus Kristus
  • 28 Mei 2026 (Kamis): Idul Adha 1447 H
  • 24 Desember 2026 (Kamis): Hari Raya Natal

Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam

Tahun Baru Islam diperingati setiap tanggal 1 Muharam, yang merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Penetapan kalender Hijriah bermula pada masa pemerintahan Umar bin Khattab ketika wilayah Islam berkembang semakin luas dan membutuhkan sistem penanggalan resmi untuk keperluan administrasi pemerintahan.

Pada sekitar tahun 638 Masehi, Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat untuk membahas penanggalan yang akan digunakan umat Islam, dikutip dari https://www.pta-banten.go.id/.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, diputuskan bahwa kalender Islam akan menggunakan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal perhitungan tahun.

Meski peristiwa hijrah tidak terjadi pada bulan Muharam, para sahabat sepakat menjadikan 1 Muharam sebagai awal tahun karena Muharam merupakan bulan pertama dalam urutan kalender Islam. 

Sejak saat itu, kalender Hijriah digunakan sebagai sistem penanggalan resmi umat Islam.

Sejarah lain menyebutkan bahwa gagasan penyusunan kalender Islam muncul setelah Gubernur Abu Musa Al-Asy'ari menyampaikan kesulitan dalam mengarsipkan surat-surat pemerintahan yang tidak mencantumkan tahun, dikutip dari Gramedia.com.

Kondisi tersebut mendorong perlunya sistem penanggalan yang lebih teratur.

Dalam proses perumusannya, sejumlah sahabat seperti Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah turut memberikan masukan.

Beberapa sahabat sempat mengusulkan agar kalender Islam dimulai dari tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW atau peristiwa Isra Mikraj. 

Namun Ali bin Abi Thalib mengusulkan agar peristiwa hijrah dijadikan titik awal karena dianggap sebagai tonggak penting lahirnya masyarakat Islam yang lebih maju dan teratur.

Usulan tersebut kemudian diterima dan menjadi dasar lahirnya kalender Hijriah yang digunakan hingga saat ini.

Mengapa Kalender Hijriah Berbeda dengan Kalender Masehi?

Kalender Hijriah menggunakan sistem qamariyah atau peredaran bulan sebagai dasar perhitungan waktu.

Sementara kalender Masehi menggunakan sistem syamsiyah yang mengacu pada peredaran bumi mengelilingi matahari.

Karena menggunakan siklus bulan, jumlah hari dalam satu tahun Hijriah hanya sekitar 354 hingga 355 hari. 

Jumlah tersebut lebih pendek sekitar 10 hingga 11 hari dibanding kalender Masehi yang memiliki 365 hingga 366 hari.

Perbedaan inilah yang menyebabkan tanggal-tanggal penting dalam kalender Islam terus bergeser setiap tahunnya jika dibandingkan dengan kalender Masehi.

Baca juga: Kumpulan Twibbon dan Ucapan Tahun Baru Islam 2026, Dilengkapi Cara Buat dan Bagikan ke Media Sosial

Amalan yang Dianjurkan Saat Tahun Baru Islam

Bulan Muharam termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak berbagai amal ibadah, seperti:

  • Memperbanyak zikir dan doa
  • Membaca Al-Qur'an
  • Bersedekah
  • Menjalin silaturahmi
  • Menyantuni anak yatim dan fakir miskin
  • Melakukan muhasabah atau introspeksi diri
  • Memperbanyak puasa sunnah

Di antara amalan tersebut, puasa di bulan Muharam termasuk yang paling dianjurkan. 

Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan Muharam sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan.

Puasa Tasua dan Asyura

Puasa yang paling populer pada bulan Muharam adalah:

  • Puasa Tasua pada 9 Muharam
  • Puasa Asyura pada 10 Muharam

Kedua puasa sunnah tersebut memiliki keutamaan besar, salah satunya adalah penghapusan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya bagi orang yang melaksanakannya dengan ikhlas.

Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia

Perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia berlangsung beragam sesuai budaya masing-masing daerah.

Sebagian masyarakat menggelar pengajian, doa bersama, dan pawai obor sebagai simbol semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. 

Di Jawa dikenal tradisi Grebeg Suro, sementara masyarakat Aceh memiliki tradisi Khanduri Suro berupa makan bersama dan kegiatan sosial.

Di Sumatera Barat, masyarakat Pariaman menyelenggarakan tradisi Tabuik yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal dalam memperingati momen penting dalam kalender Islam.

(Tribunnews.com/Farra)

Artikel Lain Terkait Tahun Baru Islam 2026

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved