Program Makan Bergizi Gratis
Siswa Pengirim Surat ke Prabowo Mengaku Tak Pernah Makan MBG Sejak Program Dimulai
Kirim surat ke Presiden, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, mengaku tidak pernah mengonsumsi MBG.
Ringkasan Berita:
- Seorang siswa asal Kudus, Jawa Tengah mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Dalam suratnya ia menyatakan penolakan terhadap program MBG bagi dirinya sendiri.
- Ia mengaku tidak pernah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) sejak program tersebut mulai dijalankan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa SMK NU Miftahul Falah, Kudus, Jawa Tengah, mengaku tidak pernah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) sejak program tersebut mulai dijalankan.
Rafif merupakan pelajar yang sebelumnya mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam suratnya ia menyatakan penolakan terhadap program MBG bagi dirinya sendiri.
Baca juga: Siswa SMK Pengirim Surat ke Prabowo Soal MBG Mengaku Sempat Diintimidasi Pegawai SPPG
Menurut Rafif, penolakannya terhadap MBG dilatarbelakangi keprihatinannya terhadap kesejahteraan guru honorer yang dinilainya masih rendah.
"Karena saya melihat guru-guru honorer itu belum sejahtera terutama guru saya yang ada di Kudus," kata Rafif di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Senin (16/06/2026).
Ia menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada guru honorer yang masih menerima penghasilan minim.
Ia pun mengaku tetap konsisten dengan sikap yang telah disampaikan dalam surat tersebut.
Bahkan, sejak program MBG berjalan, dirinya tidak pernah mengambil bagian dalam program tersebut.
"Dan saya dari awal ada MBG sampai sekarang saya tidak memakannya sama sekali. Karena itu kebijakan politik saya," kata Rafif.
Dalam kesempatan yang sama, Rafif juga mengungkapkan harapannya agar anggaran program MBG tidak mengurangi alokasi pendidikan.
Menurut dia, masih banyak guru di berbagai daerah yang membutuhkan perhatian pemerintah.
"Harapan saya itu anggaran MBG tidak memangkas anggaran pendidikan. Dan saya melihat guru-guru enggak cuma di Kudus, enggak cuma di Jakarta, terutama di 3T itu kurang sejahtera," ujarnya.
Sebagai informasi, Rafif menjadi salah satu saksi dalam sidang pengujian UU APBN 2026 di MK.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SURAT-MBG-DARI-SISWA.jpg)