Luncurkan Aplikasi Pulau Pesta, Sinyal Induk TikTok Mulai Rambah Bisnis Metaverse

Pulau Pesta atau Paiduodao dikembangkan oleh anak usaha TikTok bernama Beijing Shi Qu Wu Xian Technology Co. Ltd.

Editor: Sanusi
tangkap layar dari theverge.com
TikTok 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Daya Tarik Metaverse membuat pembesut aplikasi berbagi video populer TikTok, ByteDance, ikut berkecimpung dalam dunia virtual tersebut. Dengan meluncurkan aplikasi terbarunya bernama Paiduidao, alias Pulau Pesta.

Pulau Pesta atau Paiduodao dikembangkan oleh anak usaha TikTok bernama Beijing Shi Qu Wu Xian Technology Co. Ltd. Nantinya dengan hadirnya Pulau Pesta ini, memungkinkan pengguna untuk melakukan interaksi dalam komunitas virtual melalui avatar.

Baca juga: Gif Games dan Talao Jalin Kemitraan untuk Bangun Masa Depan Identitas di Metaverse

Dengan menampilkan icon dua karakter animasi yang bersandar satu sama lain, lengkap dengan slogan "tidak ada manusia yang merupakan sebuah pulau” Paiduidao siap menyapa penggunanya.

Sayangnya aplikasi Paiduodao dibuat hanya khusus bagi masyarakat China, baik untuk pengguna Android maupun IOS. Dilansir dari Tech Times, para pengguna nantinya akan mendapat kode undangan, sebelum memasuki aplikasi ini.

Baca juga: Demi Metaverse, Meta Bawa Avatar 3D ke Instagram Stories

Perwakilan Douyin menyebutkan, sejauh ini aplikasi Paiduidao masih dalam versi pengujian beta. Namun menurut App Annie, Paiduidao masuk kedalam aplikasi sosial nomor-77 yang paling banyak diunduh di iOS.

Hadirnya aplikasi ini digadang-gadang dapat menggebrak pasar media sosial khususnya di wilayah Tiongkok. Bahkan Paiduidao dikabarkan menjadi saigan terberat dari aplikasi WeChat Tencent Holdings.

Diketahui perusahaaan TikTok atau ByteDance telah masuk dalam dunia Metaverse sejak tahun lalu. Hal ini ditandai dengan adanya akuisisi yang dilakukan ByteDance ke Pico Interactive, startup virtual reality.

Namun berita bergabungnya TikTok atau ByteDance dalam Metaverse dibantah oleh Kepala produk dan strategi pihak TikTok. Pihaknya menyatakan bahwasanya mereka hanya memanfaatkan augmented reality dan virtual reality, namun tidak dengan Metaverse.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved