Raksasa Perbankan HSBC Gandeng The Sandbox untuk Memasuki Ruang Metaverse

Bank Investasi Inggris, HSBC bermitra dengan The Sandbox untuk menjadi perusahaan raksasa selanjutnya yang memasuki ruang metaverse.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, LONDON – Bank Investasi Inggris, HSBC bermitra dengan The Sandbox untuk menjadi perusahaan raksasa selanjutnya yang memasuki ruang metaverse.

Dalam postingan blog yang diterbitkan The Sandbox pada Rabu (16/3/2022) kemarin, HSBC telah mengakuisisi sebidang tanah virtual di startup metaverse, yaitu ruang yang dikembangkan untuk para profesional olahraga, e-sports, game dan keuangan. Pada postingan tersebut juga dilampirkan gambar yang menunjukan sebidang tanah lengkap dengan stadion rugby bermerek HSBC.

Baca juga: Masuk Metaverse, Bank Mandiri Akan Layani Nasabah Lewat Cabang Virtual

Rincian mengenai kabar bergabungnya HSBC ke ruang metaverse masih sangat sedikit, namun Kepala Pemasaran HSBC untuk wilayah Asia Pasifik, Suresh Balaji mengatakan metaverse dapat mengajak orang-orang untuk pengalaman menikmati Web3, yang disebut sebagai generasi berikutnya dari internet.

“Di HSBC, kami melihat potensi besar untuk menciptakan pengalaman baru melalui platform yang sedang berkembang, membuka dunia peluang bagi pelanggan kami saat ini dan masa depan, serta komunitas yang kami layani,” ungkap Suresh Balaji, yang dikutip dari situs theblockcrypto.com.

Selain HSBC, perusahaan dan merek besar seperti Gucci, Warner Music Group dan Ubisoft ramai-ramai masuk ke ruang metaverse The Sandbox.

Baca juga: Pertama di Indonesia, CAKRA dan Litedex Protocol Bikin Perjanjian di Metaverse

The Sandbox merupakan anak perusahaan pengembang game asal Hong Kong Animoca Brands. Pada November tahun lalu, The Sandbox mengumpulkan dana senilai 93 juta dolar AS dalam putaran yang dipimpin oleh SoftBank Vision Fund 2.

Co-founder dan COO The Sandbox, Sebastian Borget mengatakan minat perusahaan seperti HSBC dalam metaverse menandakan perusahaan ingin mendorong pengalaman dalam ekosistem baru ini.

“Awal dari adopsi web3 yang lebih luas dan metaverse oleh institusi yang mendorong pengalaman merek dan keterlibatan dalam ekosistem baru ini.” ungkap Sebastian Borget.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved