Uang Digital

Lirik Mata Uang Digital, Bank Sentral Australia Luncurkan Proyek Uji Coba CBDC

Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut setidaknya saat ini sudah ada 100 negara yang mulai meluncurkan mata uang CBDC

SLOCK.IT
Ethereum kini menjelma sebagai cryptocurrency atau mata uang digital paling fenomenal seperti Bitcoin yang membuat nilainya semakin meningkat karena diminati di sejumlah negara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, SYDNEY – Bank sentral Reserve Bank of Australia (RBA) telah meluncurkan program penelitian untuk mata uang digital bank sentral (CBDC), Selasa (9/8/2022).

Dengan menggandeng kelompok industri Digital Finance Cooperative Research Center (DFCRC), nantinya program ini ditujukan untuk memperkenalkan mata uang CBDC kepada para pelaku industri di Australia.

“Proyek ini merupakan langkah penting berikutnya dalam penelitian kami tentang CBDC. Kami berharap dapat terlibat dengan berbagai peserta industri untuk lebih memahami potensi manfaat yang dapat dibawa CBDC ke Australia,” kata Wakil Gubernur RBA,Michele Bullock.

Namun sebelum RBA mengadopsi penggunaan CBDC, pihaknya akan lebih dulu menggali potensi dan manfaat yang mungkin didapat negara saat mengadopsi uang digital baik dari segi teknologi, hukum, dan peraturannya.

Baca juga: Bitcoin Bertahan di Level 22 Ribu Dolar AS, Mayoritas Aset Kripto Turun pada Perdagangan Hari Ini

Meluasnya penggunaan mata uang digital yang dapat menunjang berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia, membuat RBA mulai mempertimbangkan untuk mengadopsi CBDC. Langkah ini diambil Australia menyusul China dan Bahama yang telah lebih dulu mendistribusikan mata uang digital mereka ke publik.

Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut setidaknya saat ini sudah ada 100 negara yang mulai meluncurkan mata uang CBDC. Meski CBDC memiliki banyak kesamaan dengan cryptocurrency, namun CBDC berbeda dari token digital seperti Bitcoin dan Ethereum.

Mengutip dari Al Jazeera, peredaran CBDC akan diatur menggunakan kebijakan moneter dan diawasi langsung oleh bank sentral dengan begini volatilitas CBDC dapat berjalan dengan stabil.

Ini berbeda dengan Bitcoin yang dijalankan dengan sistem peer-to-peer atau yang dikenal sebagai blockchain, dengan menggunakan sistem terdesentralisasi tersebut membuat mata uang kripto tidak memerlukan otoritas pusat. Sehingga volatilitas sangat mudah berubah. Alasan ini yang membuat mata uang CBDC dianggap sebagai alat transaksi yang aman dan fleksibel ketimbang cryptocurrency.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved