Binance Alami Lonjakan Pengguna Berkat Inflasi yang Meningkat di Seluruh Dunia

Maximiliano Hinz mengatakan inflasi yang naik di seluruh dunia mendorong banyak orang untuk berinvestasi dalam mata uang kripto.

HandOut/IST
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, LIMA - Pertukaran cryptocurrency terbesar di dunia, Binance melaporkan jumlah penggunanya melonjak karena meningkatnya inflasi dan nilai dolar yang kuat secara historis telah menekan mata uang di pasar negara berkembang.

Kepala Binance di Amerika Latin, Maximiliano Hinz mengatakan inflasi yang naik di seluruh dunia mendorong banyak orang untuk berinvestasi dalam mata uang kripto.

"Sekarang kami melihat inflasi meningkat di seluruh dunia, kami melihat semakin banyak orang mencari cryptocurrency seperti Bitcoin, sebagai cara untuk melindungi diri mereka dari inflasi," ujar Hinz tanpa mengungkapkan berapa banyak jumlah pelanggan Binance yang naik.

Baca juga: Bitcoin: Pria pencari mata uang kripto senilai Rp2,7 triliun di tempat pembuangan akhir setelah terbuang di hard drive

Hinz mencontohkan Argentina, di mana inflasi tahunannya mencapai 90 persen. Negara asal legenda sepak bola Diego Maradona ini tumbuh menjadi salah satu pasar utama Binance, bersama dengan Brasil dan Meksiko.

Melansir dari Reuters, tahun ini Argentina telah melihat penduduknya berinvestasi dalam Bitcoin, meski ada penurunan harga mata uang kripto ini.

Sementara El Salvador telah mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, Hinz menambahkan negara-negara Amerika Latin lainnya belum meloloskan undang-undang cryptocurrency, namun dia tidak selalu menganggap itu sebagai hal yang buruk bagi perusahaan.

"Regulasi adalah kerangka kerja, tetapi tidak selalu negatif bahwa ada sesuatu yang tidak diatur. Jika sesuatu tidak dilarang, maka itu legal," kata Hinz.

Di bawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele, El Salvador telah membuat taruhan besar-besaran pada Bitcoin, dan menjadikannya alat pembayaran yang sah. Negara ini juga telah membeli Bitcoin senilai lebih dari 100 juta dolar AS, yang telah kehilangan sekitar 50 persen nilainya di tengah aksi jual cryptocurrency yang lebih luas tahun ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved