Mata Uang Kripto

Tak Terdampak Crypto Winter, Pendapatan Broker Trading FTX Meningkat Hingga 1.000 Persen

platform TXT justru selama satu tahun belakangan pendapatan cryptonya melonjak lebih dari 1.000 persen dari 89 juta menjadi 1,02 miliar dolar AS

IST
Ilustrasi aset kripto. Platform perdagangan aset kripto FTX mencatatkan lonjakan pendapatan hingga tembus 1.000 persen, disaat pasar kripto dilanda bear market selama satu tahun terakhir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Platform perdagangan aset kripto FTX mencatatkan lonjakan pendapatan hingga tembus 1.000 persen, disaat pasar kripto dilanda bear market selama satu tahun terakhir.

Fenomena crypto winter yang menyebabkan bear market atau anjloknya nilai tukar mata uang kripto secara drastis dan berkepanjangan, telah membuat sejumlah investor nekat melakukan aksi jual aset kripto.

Kondisi ini lantas membuat sebagian besar perusahaan pertukaran mata uang kripto jatuh dalam kerugian.

Baca juga: Platform Pertukaran Kripto Indodax Setor Pajak Rp 58 Miliar

Salah satunya platform pertukaran kripto Coinbase dimana pada kuartal kedua tahun ini, perusahaan ini melaporkan penurunan pendapatan sebesar 64 persen dari 7,4 miliar dolar AS menjadi 3,6 miliar dolar AS.

Kerugian ini bahkan membuat Coinbase terpaksa melakukan PHK massal pada karyawannya untuk mengurangi pembengkakan pengeluaran.

Meski sejumlah platform tengah menghadapi krisis pendapatan akibat crypto winter, namun hal tersebut tampaknya tak berlaku bagi platform TXT, justru selama satu tahun belakangan pendapatan pertukaran crypto melonjak lebih dari 1.000 persen dari 89 juta dolar AS menjadi 1,02 miliar dolar AS pada tahun 2021.

Sementara pendapatan operasional naik 14 juta dolar AS melonjak menjadi 272 juta dolar AS. Kenaikan ini lantas mendorong lonjakan laba bersih FTX selama tahun 2021 sebesar 388 juta dolar AS.

Tak sampai disitu, pada kuartal pertama tahun 2022 pendapatan FTX kembali mencatatkan bull dengan melesat 270 juta dolar AS menjadi 1,1 miliar dolar AS.

Baca juga: FTX Siapkan Opsi Akuisi Blockfi di Harga 240 Juta Dolar AS

Meski FTX menolak mengomentari dokumen keuangan yang bocor, namun menurut CNBC International pendapatan FTX pada kuartal kedua tahun 2022 masih bertahan di zona hijau meski pasar kripto tengah mengalami keruntuhan harga.

Kebangkitan ini terjadi setelah FTX gencar menyuntikan dana pinjaman pada beberapa startup broker kripto lainnya yang sedang tertekan. Dengan ekspansi ini perusahaan yang mengalami kekeringan likuiditas akan dibantu bangkit hingga mereka dapat kembali mencatatkan keuntungan. Alasan tersebutlah yang membuat pendapatan FTX terus melesat naik.  

 Didirikan tiga tahun lalu oleh mantan pedagang Wall Street Sam Bankman-Fried, FTX sendiri dikenal sebagai broker pemberi pinjaman dana di industri cryptocurrency.

Tercatat setidaknya FTX sudah memberikan pinjaman ratusan juta dolar pada beberapa perusahaan kripto salah satunya BlockFi, dimana pada bulan Juli lalu FTX menandatangani kesepakatan untuk memberikan opsi pinjaman pada BlockFi, agar perusahaan ini dapat mengakuisisi platform perusahaan kripto Bithumb dari Korea Selatan.

Baca juga: Badai PHK di Perusahaan Kripto, FTX Santai Tetap Rekrut Karyawan

Belakangan platform FTX juga diam-diam membangun 15 perusahaan kecil di berbagai pelosok dunia untuk bersaing dengan bandar kripto besar lainnya. Ekspansi inilah yang membuat pendapatan berjangka dan derivatif FTX ikut melesat naik.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved