Ukraina Blokir Dompet Kripto yang Digunakan untuk Galang Dana Pasukan Rusia

Pemerintah Ukraina menyita dana dalam dompet kripto yang digunakan untuk membiayai serangan militer Rusia di Kyiv.

ALEXANDER NEMENOV / AFP
Tentara Rusia melakukan patrolidi sepanjang jalan di Kota Mariupol, Ukraina, 12 April 2022. Pemerintah Ukraina menyatakan telah menyita dana dalam dompet kripto yang digunakan untuk membiayai serangan militer Rusia di Kyiv. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
 

TRIBUNNEWS.COM, KYIV - Pemerintah Ukraina menyita dana dalam dompet kripto yang digunakan untuk membiayai serangan militer Rusia di Kyiv.

Pejabat Ukraina mengklaim uang yang dikumpulkan melalui dompet kripto tersebut telah terpakai untuk mendanai pembelian peralatan militer bagi kelompok separatis pro-Rusia di wilayah timur Ukraina.

Melansir dari Bitcoin News, Layanan Keamanan Ukraina (SBU) untuk pertama kalinya menerapkan mekanisme untuk memblokir penggalangan dana cryptocurrency untuk pasukan yang bertempur di pihak Rusia dalam konflik yang sedang berlangsung di Kyiv.

Dalam siaran persnya pada Selasa (22/8/2022) lalu, SBU mengumumkan telah memblokir dompet kripto yang dioperasikan seorang pria berkewarganegaraan Rusia yang digunakan untuk mensponsori upaya militer Rusia di Ukraina.

Warga negara Rusia tersebut, yang mengaku sebagai sukarelawan, telah mengumpulkan uang untuk kebutuhan pasukan Rusia sejak awal invasi dimulai.

SBU mengungkapkan dompet tersebut telah mengumpulkan koin digital senilai 22 ribu dolar AS. Layanan Keamanan Ukraina ini menambahkan, pihaknya telah menyita dana tersebut.

Para ahli saat ini sedang berusaha untuk melacak transaksi pada dompet kripto tersebut dan memindahkan aset kripto yang berada di dalamnya ke tangan Ukraina.

Baca juga: MENGERIKAN! Rudal Rusia Hantam Kereta Ukraina, 200 Prajurit Tewas, Ukraina Ancam Tangkap Putin

SBU tidak merinci bagaimana proses penyitaan dana dalam dompet tersebut, mereka hanya mengungkapkan pihaknya dibantu perusahaan kripto asing dalam proses tersebut.

Ukraina mengatakan pemilik dompet kripto ini menggunakan sebagian besar kripto yang disumbangkan untuk membeli perlengkapan militer bagi pejuang separatis di Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk yang telah memisahkan diri dari Kyiv.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved