Mata Uang Kripto

Harga Bitcoin Masih Bearish di Bulan Agustus, Catatkan Penurunan Terburuk Sejak Tahun 2015

Penurunan ini bahkan jadi yang terburuk yang pernah dialami Bitcoin sebagai mata uang kripto terpopuler sejak tahun 2015

Shutterstock
Ilustrasi Bitcoin. Amblesnya perdagangan Bitcoin selama beberapa minggu terakhir telah memperpanjang kemunduran BTC, hingga harganya mencatatkan penurunan sebanyak 14 persen selama perdagangan di bulan Agustus. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Amblesnya perdagangan Bitcoin selama beberapa minggu terakhir telah memperpanjang kemunduran BTC, hingga harganya mencatatkan penurunan sebanyak 14 persen selama perdagangan di bulan Agustus.

Penurunan ini bahkan jadi yang terburuk yang pernah dialami Bitcoin sebagai mata uang kripto terpopuler sejak tahun 2015, dimana saat itu candle bulanan Bitcoin hanya ditutup sebanyak 13,9 persen.

Anjloknya harga Bitcoin dalam perdagangan pasar kripto mulai terjadi setelah Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell, gencar menyerukan sikap agresif dengan mengerek naik suku bunga sejak bulan Juni lalu.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok 77 Persen, Investor Diminta Siap Hadapi Bear Market di September

Namun seiring berjalannya waktu sikap hawkish The Fed justru terus dipacu ke level tertinggi, pengetatan inilah yang membuat sejumlah investor kompak menjual aset-aset berisiko dan berpaling ke aset safe haven seperti dolar, untuk mengurangi dampak pembengkakan kerugian.

Tindakan tersebut lantas membuat harga aset kripto termasuk Bitcoin tak lagi bernilai dan amblas ke level terendah. 

Data dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView mencatat harga Bitcoin di bulan Agustus telah jatuh ke level 19.990 dolar AS imbas pengetatan kebijakan moneter The Fed.

Penurunan ini bahkan memukul upaya bull Bitcoin pada perdagangan spot di bulan September. Dimana pada Jumat (2/9/2022) harga Bitcoin hanya dipatok 20.340 dolar AS.

Meski harga Bitcoin terlihat naik, namun apabila dipantau dari kapasitasnya nilai BTC masih mengalami kemunduran. Hingga Bitcoin merugi sebanyak 12,8 miliar dolar AS.

“Candle mingguan pertama bulan September sudah siap untuk membawa Bitcoin lebih jauh ke zona merah. Ini akan jadi Sesuatu yang harus diperhatikan selama sisa minggu ini,” jelas Caleb Franzen, analis pasar senior di Cubic Analytics.

Baca juga: Bitcoin Anjlok, Robert Kiyosaki Peringatkan Keruntuhan Pasar Akan Terus Berlanjut

Diperkirakan, kemerosotan Bitcoin akan terus berlanjut di sepanjang bulan September, mengingat saat ini perekonomi dunia tengah menghadapi ancaman perlambatan atau resesi.

Apabila nantinya harga BTC terbukti mengalami penurunan harga yang berkelanjutan, diperkirakan harga Bitcoin di bulan September akan jadi harga terendah yang pernah ada di pasar kripto.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved