Begini Kata Analis soal Prospek Harga Bitcoin Pada September

volume penjualan Bitcoin mulai naik diiringi volatilitas dengan tingkat sentimen bullish dan bearish yang tinggi.

Shutterstock
Ilustrasi Bitcoin.Bulan September sudah berjalan sepuluh hari, volume penjualan Bitcoin mulai naik diiringi volatilitas dengan tingkat sentimen bullish dan bearish yang tinggi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Bulan September sudah berjalan sepuluh hari, volume penjualan Bitcoin mulai naik diiringi volatilitas dengan tingkat sentimen bullish dan bearish yang tinggi.

Pada Jumat (2/9/2022) pekan lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis data yang menunjukkan nonfarm payrolls atau pekerjaan non pertanian melonjak 315.000 pekerjaan di bulan Agustus.

Meskipun pasar tenaga kerja AS terus menunjukkan data yang kuat, namun itu belum cukup untuk mengalihkan perhatian dari krisis inflasi.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok Bikin Nilai Pasar Kripto Amblas 2 Triliun Dolar AS

Melansir dari Bitcoin News, meski angka nonfarm payrolls lebih baik dari perkiraan, Bitcoin turun ke level terendah dalam dua bulan terakhir, sehari setelah data dirilis, berada di bawah 18,6 ribu dolar AS.

Sejak saat itu harga Bitcoin diperdagangkan antara 19,5 ribu dolar AS hingga 20,2 ribu dolar AS. Namun pada perdagangan hari ini, Sabtu (10/9/2022) harga Bitcoin berada di atas 21 ribu dolar AS.

Beberapa menghubungkan reli ini dengan pernyataan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yang mengonfirmasi kenaikan suku bunga akan berlanjut, hingga "pekerjaan The Fed" untuk mengendalikan inflasi selesai.

Outlook September

Pada saat penulisan, BTC/USD diperdagangkan pada 21,224 ribu dolar AS, merupakan level tertinggi sejak 26 Agustus lalu.

Menurut analis pasar kripto Eliman Dambell, harga Bitcoin tampaknya menuju ke level resistance kunci 21.650 ribu dolar AS, yang jika ditembus dapat membawa Bitcoin ke 22 ribu dolar AS.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok 77 Persen, Investor Diminta Siap Hadapi Bear Market di September

Jika ini terjadi, indeks kekuatan relatif (RSI), yang saat ini berada di 53,95, kemungkinan dapat mendekati 61,50.

Pada akhirnya, dalam jangka pendek, tampaknya ada peningkatan sentimen bullish. Namun seiring dengan pertumbuhan sentimen ini, pertanyaan tentang berapa lama hal ini dapat bertahan mulai muncul.

Dambell menambahkan, indikator kunci pada bulan September terletak pada RSI, yang kemungkinan menembus 61,50. Jika hal ini terjadi, BTC diperkirakan akan berada di atas 23 ribu dolar AS pada akhir bulan.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved