Mata Uang Kripto

Nasdaq Luncurkan Layanan Aset Digital saat Nilai Bitcoin Mengalami Penurunan

Perusahaan keuangan asal AS ini menawarkan layanan penyimpanan untuk segala jenis aset cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

IST
Ilustrasi aset kripto. Bursa keuangan Nasdaq Inc melakukan taruhan besar di industri mata uang kripto, dengan meluncurkan bisnis aset digital yang ditujukan untuk menarik investor institusi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Bursa keuangan Nasdaq Inc melakukan taruhan besar di industri mata uang kripto, dengan meluncurkan bisnis aset digital yang ditujukan untuk menarik investor institusi.

Dengan menerjunkan unit baru yang dinamai Nasdaq Digital Assets, dan mempekerjakan Ira Auerbach mantan eksekutif raksasa kripto kondang yakni Gemini.

Perusahaan keuangan asal AS ini menawarkan layanan penyimpanan untuk segala jenis aset cryptocurrency, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

Baca juga: Manfaatkan Penurunan Harga Kripto, Microstrategy Borong 301 Bitcoin Senilai Rp 90 Miliar

Meski saat ini harga sejumlah koin kripto tengah mengalami koreksi masal selama sepekan terakhir, hingga membuat aset Bitcoin mencatatkan penurunan sebanyak 60 persen selama tahun ini.

Sebagai imbas dari risalah kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) serta bear market atau penurunan harga secara berkepanjangan. Namun hal tersebut tak menyurutkan Nasdaq untuk mengadopsi cryptocurrency  dalam layanannya.

Industri kripto belakangan ini jadi topik yang hangat diperbincangkan para investor lantaran aset ini dapat dijadikan sebagai ladang investasi masa depan,  tak hanya itu belakangan mata uang digital ini juga kerap digunakan sebagai alat transaksi pembayaran yang praktis.

Alasan tersebut yang membuat  orang berbondong-bondong untuk mengadopsi mata uang kripto, melihat kesempatan emas ini sederet perusahaan perbankan di dunia seperti Nasdaq mulai kepincut untuk menambahkan mata uang kripto atau layanan Blockchain sebagai sistem penyimpanan data secara digital.

Rencananya selain meluncurkan layanan penyimpanan aset kripto, bursa saham ini juga akan  memperluas penggunaan  teknologi anti-kejahatan keuangan untuk membantu mendeteksi aksi pencucian uang, penipuan serta risiko penyalahgunaan pasar kripto di layanannya, dikutip dari Marketscreener.

Baca juga: Goldman Sachs Prediksi Keruntuhan Bitcoin Berlanjut, Hingga Jatuh di Level 12.000 Dolar AS

Sebagai informasi saat ini harga Bitcoin yang diperdagangkan pada pasar Coinmarketcap, Kamis (22/9/2022) selama 24 jam terakhir telah turun 0,06 persen hingga membuat raja kripto ini tersungkur di kisaran 19,086 dolar AS per koin.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved