Rabu, 20 Mei 2026

Binance Diserang Hacker, Token Kripto Senilai Rp 8,7 Triliun Ludes Dicuri

Imbas peretasan tersebut, aktivitas transaksi jual beli di platform Binance yakni BNB Beacon Chain dan BNB Smart Chain dihentikan sementara waktu.

Tayang:
BBC
Platform pertukaran kripto exchange Binance dilaporkan mengalami serangan hacker, peretasan ini membuat dua juta token kripto BNB yang senilai 570 juta dolar AS atau setara Rp 8,7 triliun, dengan satuan kurs Rp 15.288 lenyap dalam semalam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING – Platform pertukaran kripto exchange Binance dilaporkan mengalami serangan hacker, peretasan ini membuat dua juta token kripto BNB yang senilai 570 juta dolar AS atau setara Rp 8,7 triliun, dengan satuan kurs Rp 15.288 lenyap dalam semalam.

Imbas peretasan tersebut, aktivitas transaksi jual beli di platform Binance yakni BNB Beacon Chain dan BNB Smart Chain dihentikan sementara waktu mulai Kamis (6/10/2022) hingga Sabtu (8/10/2022) dini hari.

Meski penghentian transaksi di BNB Chain tidak mudah, karena blockchain tersebut didesain sebagai infrastruktur terdesentralisasi yang tidak bisa dikendalikan oleh entitas tunggal.

Namun langkah ini harus diambil Binance guna mencegah terjadinya peretasan susulan.

Baca juga: Token BNB Turun Hampir 4 Persen di Tengah Rumor Peretasan

"Karena ada aktivitas yang tidak biasa, kami menghentikan BSC untuk sementar," kata CEO BNB Chain Changpeng Zhao, di akun Twitternya.

Aksi pencurian ini diketahui publik setelah Zhao menuliskan sebuah tweet yang menyebut bahwa kripto senilai 100 juta dolar AS telah dicuri, namun setelah ditelusuri jumlah tersebut kian membengkak.

Meski begitu Zhao mengklaim bahwa dana investor yang ada di platformnya masih berstatus aman.

“Dana Anda aman. Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya," jelas tweet Zhao yang dikutip dari CNBC International.

Usai mengalami peretasan, nilai token BNB besutan Binance langsung anjlok lebih dari 3 persen menjadi 285,36 dolar AS per koin di perdagangan CoinMarketCap, pada Jumat (7/10/2022).

Peretasan kripto Binance terjadi setelah para hacker menargetkan serangan pada layanan cross-chain bridge yang umumnya digunakan untuk menyimpan cadangan koin kripto, namun karena lemahnya sistem keamanan membuat penghubung blockchain ini kerap menjadi sasaran peretasan selama beberapa bulan terakhir.

Menurut data yang dikumpulkan perusahaan analisis blockchain Elliptic sejak Januari hingga Agustus 2022 setidaknya layanan cross-chain bridge Binance yang telah dicuri sebanyak 1,83 miliar dolar AS.

Dengan pencurian terbesar mengincar layanan kripto bridge Nomad pada Agustus kemarin, hingga kerugian mencapai 190 juta dolar AS.

Akibat dari maraknya serangan hacker yang menargetkan sejumlah industri kripto, membuat aset digital senilai 2 triliun dolar AS terhapus dari reli perdagangan dari 2020 hingga 2021, jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring dengan meningkatnya serangan pencurian kripto sepanjang 2022.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved