Eks CEO FTX Dilarang Hubungi Karyawan Perusahaan Lewat Aplikasi Perpesanan Signal
Bankman-Fried juga dilarang menghubungi karyawan dana lindung nilai miliknya Alameda Research melalui Signal, menurut Putusan Hakim Distrik AS
Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Seorang hakim Amerika Serikat (AS) melarang pendiri dan mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried menghubungi karyawan atau mantan karyawan bursa kripto itu melalui aplikasi perpesanan Signal.
Selain itu, Bankman-Fried juga dilarang menghubungi karyawan dana lindung nilai miliknya Alameda Research melalui Signal, menurut Putusan Hakim Distrik AS Lewis Kaplan pada Rabu (1/2/2023).
Dikutip dari Reuters, putusan tersebut datang setelah jaksa federal di Manhattan mengungkapkan Bankman-Fried "mungkin dapat merusak sanksi" atau menghancurkan barang bukti dalam kasus kriminalnya.
Baca juga: Ketiban Apes, Usai Dilanda Kebangkrutan Rp6,3 Triliun Kripto Milik FTX Raib Dicuri
Pria berusia 30 tahun itu ditangkap pada Desember tahun lalu atas tuduhan melarikan dana pelanggan FTX serta berbohong kepada investor dan pemberi pinjaman.
Pekan lalu, jaksa AS mengungkapkan pesan Signal yang dikirim Bankman-Fried kepada penasihat umum afiliasi FTX AS pada 15 Januari, yang disebut dalam surat-surat pengadilan sebagai "Sanksi-1".
Dalam pesan tersebut, Bankman-Fried mengusulkan keduanya berbicara di telepon untuk mencoba "memiliki hubungan yang konstruktif" atau "memeriksa masalah satu sama lain".
Pendiri FTX itu telah menjadi tahanan rumah di kediaman orang tuanya di California, Amerika Serikat, setelah mengaku tidak bersalah. Pengacaranya mengatakan pada pekan lalu bahwa usahanya untuk menghubungi penasihat umum kepala eksekutif FTX saat ini, John Ray, adalah upaya untuk menawarkan "bantuan" dan tidak ikut campur.
Kaplan tampak skeptis dengan argumen itu, dan menulis bahwa pesan yang dikirim Bankman-Fried pada 15 Januari tampaknya "merupakan upaya agar terdakwa dan Witness-1 menyanyikan buku himne yang sama".
"Sementara pengacara terdakwa berusaha agar Pengadilan menafsirkan pesan itu dengan cara yang ramah, hal itu tampaknya, setidaknya pada tahap awal, sebagai bacaan persuasif," tulis Kaplan.
Baca juga: FTX Jual Altcoin Senilai 4,6 Miliar Dolar AS, Investor Diingatkan Waspada Akan Fenomena Crypto Dump
Kaplan juga mengatakan larangan baru pengiriman pesan via Signal ke karyawan FTX dan Alameda Research oleh Bankman-Fried akan diberlakukan hingga setidaknya 7 Februari mendatang, ketika dia akan mengadakan sidang untuk mempertimbangkan argumen kedua belah pihak.
Larangan tersebut tidak berlaku untuk anggota keluarga dekat Bankman-Fried, dan dia dapat berkomunikasi dengan karyawan FTX atau Alameda jika pengacaranya mendampingi.
Pada sidang minggu depan, Kaplan juga akan mempertimbangkan permintaan pengacara Bankman-Fried untuk mengizinkannya mengakses dan mentransfer mata uang kripto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sam-bankman-fried-__.jpg)