Sabtu, 11 April 2026

Ribuan Warga Ukraina Daftar Kursus Kripto Gratis yang Diselenggarakan Pemerintah

Ada 20.000 warga Ukraina yang mendaftar kursus kripto gratis yang diselenggarakan Pemerintah untuk meningkatkan literasi mereka tentang kripto.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Choirul Arifin
Yalcinsonat/Adobestock
Lebih dari 20.000 warga Ukraina telah mendaftar kursus untuk meningkatkan literasi kripto di tengah berkecamuknya perang dengan Rusia di negara tersebut. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, KYIV - Lebih dari 20.000 warga Ukraina telah mendaftar kursus untuk meningkatkan literasi kripto di tengah berkecamuknya perang dengan Rusia di negara tersebut.

Pemerintah Ukraina menekankan kursus tersebut dapat menjadi “yang terbesar dalam sejarah pengembangan aset virtual di negara itu" karena melibatkan lebih dari 20.000 pelamar telah mendaftar, menurut laporan situs berita kripto Forklog.

Melansir dari Bitcoin News, program pendidikan tersebut gratis bagi para peserta dan terdiri dari 100 jam teori serta praktik yang akan memberikan materi seputar sejarah uang dan perkembangan Bitcoin.

Subjek lain yang akan dipelajari termasuk Ethereum dan kontrak pintar, penambangan dan algoritma konsensus dalam blockchain, dompet dingin (cold wallet) dan dompet panas (hot wallet), serta peluang dan risiko perdagangan mata uang kripto.

Inisiatif ini berasal dari kemitraan antara Kementerian Digital Ukraina, pertukaran kripto yang berbasis di negara itu, Whitebit, Filecoin Foundation dan sebuah platform metaverse Atlantis World.

Kursus tersebut diumumkan pada Desember lalu oleh Menteri Transformasi Digital Ukraina Mykhailo Fedorov lewat akun Twitter. “Tujuan (kursus) adalah untuk membuat crypto Ukraina menjadi negara yang maju,” tulisnya.

Parlemen Ukraina mengesahkan undang-undang "Tentang Aset Virtual" pada pertengahan Februari tahun lalu.

Terlepas dari invasi Rusia, yang dimulai pada akhir bulan Februari 2022, pemerintah Ukraina terus berupaya mengatur dan mengembangkan pasar kripto.

Baca juga: Kanselir Jerman: Menghentikan Pasokan Senjata ke Ukraina Tak akan Membawa Perdamaian

Dalam Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, pada Januari, Fedorov mengonfirmasi "rencana yang sangat ambisius" untuk menjadikan Ukraina "negara paling digital" dalam dua tahun ke depan dan "yurisdiksi crypto terbaik di dunia."

Ukraina juga mengandalkan sumbangan dalam bentuk aset kripto untuk mengumpulkan dana guna membeli perlengkapan militer, termasuk rompi antipeluru.

Baca juga: Grup Wagner Klaim Telah Kalahkan Unit Militer Ukraina Bernama Boris Johnson

Laporan terbaru dari firma analitik blockchain Elliptic dan Chainalysis mengungkapkan, selama perang berlangsung, Ukraina mengumpulkan lebih dari 212 juta dolar AS dalam kripto, dengan hampir 70 juta dolar AS di antaranya berada di dalam dompet digital yang disediakan pemerintah.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved