Badai PHK
Tak Terpengaruh Crypto Winter, Binance Pastikan Tak Akan PHK Karyawan
Binance tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan telah mempekerjakan 600 karyawan sejak Januari.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Binance, platform perdagangan kripto, dipastikan tidak terpengaruh Crypto Winter atau masa sulit yang terjadi pada pasar kripto.
Juru bicara Binance mengungkapkan Binance tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan telah mempekerjakan 600 karyawan sejak Januari.
Selain itu, Binance berencana mengisi 500 posisi lainnya di perusahaan pada akhir Juni. Pernyataan tersebut muncul di tengah lonjakan besar dalam PHK di sektor kripto pada Januari, yang sebagian besar berasal dari pertukaran kripto.
Baca juga: Binance Uji Platform NFT Baru Berbasis Kecerdasan Buatan
“Sampai hari ini, kami secara aktif merekrut lebih dari 500 peran dengan tujuan mengisinya pada akhir H1 Kami tidak merencanakan PHK,” kata Juru Bicara Binance, dikutip dari Cointelegraph.
Saat ini, Binance tercatat memiliki 463 daftar lowongan pekerjaan dengan beberapa peran yang dibutuhkan antara lain di bagian pengembangan bisnis, komunikasi, dukungan pelanggan, dan teknik.
CEO Binance Changpeng Zhao, mengatakan pada awal tahun ini bahwa perusahaan berencana melakukan perekrutan karyawan besar-besaran pada 2023, meningkatkan jumlah karyawan dari 15 persen menjadi 30 persen.
Menurut situs cryptocurrency CoinGecko, sebanyak 84,8 persen dari PHK di sektor kripto pada Januari berasal dari pertukaran kripto yang mengurangi jumlah karyawannya, termasuk Coinbase, Huobi, Blockchain.com, Crypto.com, dan Luno.
Coinbase melakukan PHK terhadap 950 orang pada 10 Januari, sementara Crypto.com mengumumkan PHK terhadap sekitar 500 tenaga kerjanya pada 13 Januari.
Baca juga: Ogah Terseret Kasus Binance, Coinbase Tangguhkan Perdagangan Stablecoin BUSD
Binance telah dianggap oleh beberapa orang sebagai salah satu "pemenang" pada 2022 di tengah jatuhnya pertukaran kripto FTX.
Di sisi lain, pertukaran kripto tersebut juga telah menghadapi pengawasan ketat. Baru-baru ini, berkisar pada dugaan shuffling dana sebesar 1,8 miliar dolar AS, membuat beberapa orang membandingkan tindakan tersebut dengan bursa kripto FTX yang bangkrut.
"Binance menggunakan $1,8 miliar dana pelanggan untuk tujuannya sendiri, mirip dengan apa yang dilakukan FTX," cuit CEO GRIT Capital, Genevieve Roch-Decter, pada Selasa (28/2/2023).
Baca juga: Binance Tangguhkan Setoran dan Transfer Dolar AS, Per 8 Februari 2023
CEO Binance, Changpeng Zhao, langsung meluncur ke Twitter untuk menanggapi tuduhan tersebut, dengan mengatakan itu adalah praktik standar untuk sebuah platform pertukaran kripto.
Tahun ini menjadi awal yang sulit bagi mereka yang bekerja di industri kripto, dengan setidaknya 14 perusahaan dan hampir 3.000 pekerjaan hilang pada Januari, sebelum sebanyak 570 karyawan terkena PHK yang lebih ringan pada Februari .
Namun, kapitalisasi pasar kripto meningkat lebih dari 34 persen sejauh ini pada 2023, menurut CoinMarketCap, dan perusahaan lain seperti Circle, yang menerbitkan USDC, juga berencana melakukan perekrutan karyawan secara besar-besaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-binance.jpg)