Terjerat Kasus Pidana, Bank Silvergate Diputus Mitra Oleh Bandar Kripto Coinbase
Imbas penangguhan tersebut, Coinbase kini tak akan lagi melayani para pelanggan Bank Silvergate yang akan menukarkan mata uang dolar Amerika
Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia Lestanti
TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA – Bandar kripto terkemuka di AS, Coinbase resmi mengakhiri kemitraannya dengan Silvergate. Pengumuman tersebut dirilis usai layanan perbankan ini dituding Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) melakukan tindak penipuan.
“Mengingat perkembangan terkini & karena sangat berhati-hati, Coinbase tidak lagi menerima atau memulai pembayaran ke atau dari Silvergate,” ujar cuitan juru bicara Coinbase di Twitter, Kamis (2/3/2023).
Imbas penangguhan tersebut, Coinbase kini tak akan lagi melayani para pelanggan Bank Silvergate yang akan menukarkan mata uang dolar Amerika ke dalam bentuk uang kripto.
Baca juga: Pengguna FTX Jepang Bersorak, Dana di Bursa Kripto Akhirnya Bisa Ditarik
Langkah tersebut diambil Coinbase menyusul platform jual beli kripto Galaxy Digital, Cboe, Gemini dan Bitstamp serta Penerbit Stablecoin Paxos dan Circle telah lebih dulu menangguhkan kemitraan dengan Silvergate
Mengutip dari Reuters, penangguhan tersebut kompak dilakukan para bandar kripto setelah Silvergate yang berbasis di La Jolla, California terjerat kasus pidana SEC, lantaran kepergok menunggak pembukuan laporan keuangan tahunan 10-K serta menjual sekuritas utang tak terdaftar seperti obligasi dan wesel.
Tak hanya itu dalam gugatan perdata yang dilayangkan SEC, Silvergate Bank dan CEO-nya Alan Lane dituduh membantu dan bersekongkol dengan Sam Bankman-Fried (SBF) untuk melakukan tindak pidana penggelapan dana investor senilai miliaran dolar AS.
Munculnya serangkaian kasus ini yang mendorong Coinbase untuk menangguhkan semua kerjasama perdagangan Bank Silvergate, agar nama baik Coinbase selaku mitra utama Silvergate tak ikut tercoreng kasus pidana yang menimpa perbankan asal AS itu.
Baca juga: Harga Kripto 2 Maret 2023: Bitcoin Mendekati 23.500 Dolar AS hingga Ethereum Melesat 1.650 Dolar AS
“Ini bukan pertanda baik, karena Silvergate adalah pemain utama. Ancaman ini semakin membuat perusahaan kripto kesulitan untuk membangun atau mempertahankan hubungan dengan bank AS, akibat skandal – skandal yang menimpa bursa kripo, ” kata Ivan Kachkovski, ahli strategi FX dan crypto di UBS.
Selain diputus para mitra, kasus pidana yang menjerat Silvergate juga membuat saham perbankan kripto ini amblas dalam perdagangan Wall Street, turun sebanyak 31,7 persen menjadi 13,53 dolar AS.
Kiprah Bank Silvergate Dalam Industri Kripto
Didirikan pada tahun 1988, Bank Silvergate dikenal sebagai layanan perbankan paling ramah dengan industri kripto. Lantaran sejak tahun 2013 Silvergate kerap menggelar kerjasama dengan perusahan jual beli kripto.
Baca juga: Bangkrut, Bandar Kripto Voyager Digital Obral SHIB dan ETH Bernilai Ratusan Juta Dolar
Berkat kemitraan tersebut Silvergate Capital menjadi bank asal AS yang dapat menyediakan layanan penukaran kripto dengan mata uang fiat.
Akan tetapi seiring dengan melonjaknya popularitas Silvergate, perbankan ini justru kerap tersandung sejumlah masalah yang membuat valuasi perusahaan menyusut tajam. Seperti skandal kebangkrutan FTX yang menyeret Silvergate, hingga merugi 1 miliar dolar AS.
Bahkan akibat kasus tersebut, dana simpanan perusahaan dilaporkan menguap dari 11,86 miliar dolar AS menjadi 3,83 miliar dolar AS hanya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir pada fase market bearish tahun lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-kripto-ilustrasi-cryptocurrency.jpg)