Digugat CFTC, Pangsa Pasar Bursa Kripto Binance Terjun Bebas
Pangsa pasar pertukaran kripto Binance merosot selama dua minggu terakhir menyusul gugatan regulator Amerika Serikat.
Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni
TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Pangsa pasar pertukaran kripto Binance telah merosot selama dua minggu terakhir menyusul gugatan regulator Amerika Serikat dan keputusannya untuk menghentikan beberapa perdagangan tanpa biaya.
Binance kehilangan 16 persen pangsa pasarnya, menurut laporan platform analitik blockchain Kaiko yang terbit pada Selasa (4/4/2023). Pangsa pasar Binance mencapai 54 persen pada akhir kuartal pertama tahun ini, tambah Kaiko.
Melansir dari Cointelegraph, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) menggugat Binance pada 27 Maret atas tuduhan pelanggaran kepatuhan terhadap peraturan dan melanggar undang-undang derivatif dengan menawarkan perdagangan kepada pelanggan AS tanpa mendaftar ke regulator pasar.
Kaiko mengatakan, Binance memiliki volume perdagangan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan volume gabungan pesaingnya, namun keputusan bursa kripto itu pada bulan lalu untuk mengakhiri perdagangan spot dan margin tanpa biaya untuk 13 pasangan dagang spot, termasuk BNB, Bitcoin, serta Ethereum dengan berbagai mata uang fiat dan stablecoin, menyebabkan penurunan volume perdagangan.
“Secara keseluruhan, kelebihan volume Binance sebagian besar menghilang dengan berakhirnya perdagangan tanpa biaya, yang tercermin dalam penyebaran pangsa pasar yang merata di antara bursa yang tersisa,” lapor Kaiko.
Kaiko menjelaskan, cabang bisnis Binance di AS, Binance.US, telah meringankan kejatuhan volume perdagangan pertukaran itu, dengan melipatgandakan pangsa pasarnya selama kuartal tersebut dari 8 persen menjadi 24 persen.
Kaiko melanjutkan, penurunan volume perdagangan sebagian besar dipengaruhi oleh berakhirnya perdagangan spot tanpa biaya, sementara gugatan CFTC berkontribusi lebih kecil dalam penurunan ini.
“Trennya sangat berbeda ketika melihat volume derivatif: Binance hanya kehilangan sekitar 2 persen pangsa pasar untuk volume perdagangan berjangka abadi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pangsa pasar hilang murni karena berakhirnya perdagangan spot tanpa biaya, daripada rasa gentar seputar gugatan,” ungkap Kaiko.
Baca juga: Tak Mau Senasib dengan Binance, Bursa Kripto Bittrex Tutup Operasi di Pasar AS
Penurunan pangsa pasar Binance menjadi 54 persen terjadi setelah pertukaran kripto itu menjadi salah satu "pemenang besar" dari kegagalan FTX. Binance melihat pangsa pasarnya dalam volume perdagangan meningkat menjadi 65 persen selama kuartal terakhir 2022.
"Pangsa pasar Binance meningkat dari 50 persen menjadi 65 persen setelah November 2022, sementara OKX melihat pangsa pasarnya meningkat dari di bawah 10% menjadi 17%. Bybit dan tiga bursa yang lebih kecil, Huobi, Bitmex, dan Deribit, di sisi lain, mengalami penurunan pangsa pasar mereka,” imbuh Kaiko.
Baca juga: Binance Luncurkan Kartu Prabayar Kripto di Kolombia
Selama kuartal pertama tahun ini, Upbit adalah satu-satunya pertukaran kripto yang merebut kembali “bagian signifikan” dalam volume perdagangan dari 17 platform perdagangan yang dianalisis Kaiko.
Mengingat tekanan regulasi yang diterima perusahaan kripto baru-baru ini, krisis perbankan dan kehancuran FTX yang dahsyat, banyak laporan telah mengamati tren yang berkembang pada sektor kripto.
Bitcoin dan Ether tercatat meninggalkan bursa kripto terpusat dalam rekor terbesar setelah jatuhnya FTX. Volume perdagangan harian dari pertukaran terdesentralisasi juga mencapai 5 miliar dolar AS pada November 2022, menjadi level terbesar sejak Terra Luna Classic (LUNC) dan stablecoin TerraClassicUSD (USTC) runtuh pada Mei 2022.
Volume perdagangan di bursa terdesentralisasi Uniswap sekarang menyaingi bursa kripto terpusat Coinbase dan OKX, meski belum dapat menyaingi volume perdagangan Binance.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-binance-lagii.jpg)