Jawaban kenapa Proton Preve Gendong Mesin Turbo
Di atas kertas, turbo bisa membuat mesin memiliki output sekitar 1,5 kali lebih besar dari kapasitas mesinnya.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketika pabrikan lain memilih mesin normally aspirated (N/A) untuk line up sedan medium-nya, Proton malah menyematkan mesin turbo untuk Preve. Apa keuntungannya?
“Dengan turbo, kapasitas mesin bisa dibuat kecil namun tetap memiliki output besar. Sehingga mesin akan bertenaga diiringi efisiensi BBM yang secara alami cukup hemat,” ucap Edwin Sofiar Hendra, Head of Product & Price, Product Price & Market Division PT Proton Edar Indonesia.
Di atas kertas, turbo bisa membuat mesin memiliki output sekitar 1,5 kali lebih besar dari kapasitas mesinnya. Jadi jika isi silindernya 1.000 cc, maka tenaganya setara dengan mesin 1.500 cc tanpa turbo.
Tak heran jika mesin Preve yang ‘hanya’ 1.561 cc mampu memuntahkan tenaga hingga 138 dk. Power ini relatif setara dengan mobil-mobil medium sedan bermesin 1.800-2.000 cc N/A yang banyak beredar di Indonesia.
Selain kapasitasnya, yang membuat Proton yakin dengan kehematan BBM Preve adalah berkat teknologi CamPro CFE (Chargeed Fuel Efficiency). Teknologi ini membuat kinerja turbo lebih berorientasi pada efisiensi bahan bakar. Caranya dengan mengeset tekanan turbo pada 0,75 bar atau setara 10,9 psi saja. Cukup rendah.
Di luar mesin, ada satu lagi elemen penting yang menunjang efisiensi BBM Preve, yakni transmisi CVT Protronic. Selama ini, CVT banyak terbukti punya kemampuan lebih baik dalam mentransfer tenaga lebih halus dan menjaga putaran mesin serendah mungkin saat melaju. Kapabilitas itulah yang dimanfaatkan Proton.