Breaking News:

New Toyota Yaris Masuk Program LCGC ala Thailand

Toyota menepis kekhawatiran dengan program eco-car baru ini bisa membuat kelebihan pasokan.

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK – Sukses dengan program eco-car tahap pertama yang berjalan 5 tahun, pemerintah Thailand melanjutkan tahap keduanya yang dimulai bulan ini. Seperti dilaporkan Bangkok Post, hari ini (23/10), pemerintah dari Negeri Seribu Pagoda melalui Badan Pananaman Modal Thailand (BOI) berharap ada peningkatan dalam menarik investasi 30-40 miliar baht (Rp10-14 triliun) dari eco-car pertama 28,8 miliar baht atau (Rp10 triliun lebih) yang dimulai 2007.

Ketika eco-car tahap pertama berhasil diproduksi 585.000 unit dari 5 merek yang berpartisipasi, yakni Mitsubishi, Honda, Toyota, Nissan, dan Suzuki. Untuk tahap kedua tentu diharapkan lebih, apalagi adanya ketentuan baru di soal segmen kendaraan.

Untuk eco-car kedua ini, sesuai regulasi, mesin tidak boleh melebihi 1.300 cc (bensin) dan 1.500 cc diesel (eco car pertama city car). Mobil harus memenuhi standar lingkungan Euro5 dengan emisi karbondioksida (CO2) 100 gram/km (sebelumnya 120 gram/km). Lalu, konsumsi bahan bakar 4,3liter/100 km (lebih irit 5 liter dari tahap pertama).

Terus, produsen yang sudah berpartisipasi boleh menambahkan modal minimal 5 miliar baht (Rp19 triliun) , tidak termasuk biaya tanah, dan menginvestasi tidak kurang dari 6,5 miliar baht (Rp2,4 triliun).

BOI menunggu aplikasi pada akhir Maret tahun depan dan begitu memperoleh persetujuan tahun depan, investasi dimulai paling cepat akhir 2014. Dalam tahap kedua ini, peserta mendapat pembebasan pajak selama 6 tahun tambahan insentif bila menggunakan komponen lokal.

Nah, untuk menyambut program eco-car tahap kedua ini, Toyota menyatakan partisipasinya melalui All New Toyota Yaris bermesin 1.2L (dibanderol 469.000-599.000 baht atau Rp170 sampai Rp218 juta)  yang diluncurkan, kemarin (22/10).  

Presdir Toyota Motor Thailand Kyoichi Tanada mengatakan, industri otomotif Thailand membutuhkan dorongan baru untuk memastikan posisinya sebagai pusat produksi di ASEAN. Ia menepis kekhawatiran dengan program eco-car baru ini bisa membuat kelebihan pasokan.

TMT sendiri berencana mengekspor eco-car ke Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam setelah Masyarakat Ekonomi Asean terbentuk pada akhir 2015

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Otomotif Net
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved