Mobil Bekas Ber-cc Besar Turun Pamor Usai Jokowi Naikkan BBM

Mobil-mobil berkapasitas mesin besar yang dianggap boros konsumen semakin ditinggalkan dan beralih ke segmen kompak.

SURYA/SUGIHARTO
PAMERAN MOBIL BEKAS - Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan di arena Bursa Oto Seken (BOS) 2014 yang berlangsung di Parkir Timur Surabaya, Minggu (8/6/2014). Bursa yang diikuti 200 peserta, dengan target transaksi 75-90 per hari untuk memberikan kemudahan dan memfasilitasi konsumen Daihatsu di Kota Surabaya. SURYA/SUGIHARTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keputusan Presiden Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar bersubsidi (Premium dan Solar) menjadi Rp 8.500 dan Rp 7.500 per liter sontak berdampak pada pasar mobil bekas (mobkas). Mobil-mobil berkapasitas mesin besar yang dianggap boros konsumen semakin ditinggalkan dan beralih ke segmen kompak.

"Mobil-mobil umum seperti Avanza, Xenia, apalagi Pajero, Fortuner, Camry, dan Accord terjadi penurunan drastis penjualannya sekarang di pasar mobkas. Kalau dihitung bisa mencapai 80 persen penurunannya," jelas Leovan Widjaja, pemilik gerai mobkas Auto11 di Karawaci, seperti dikutip KompasOtomotif, Senin (24/11/2014).

Kondisi ini, jelas Leovan, justru tidak terlalu berpengaruh pada pasar mobkas jenis kompak, yang termasuk di dalamnya, subkompak B (hatchback) seperti Jazz, Yaris, Mazda2, Fiesta, Rio, dan lainnya. Juga, termasuk mobil kota (city car) seperti Picanto, March, Mirage, Brio, dan Etios Valco.

"Hampir semua pedagang sekarang berburu sedan-sedan kompak (hatchback dan city car), stok mobil-mobil ini tidak lama berdiam di showroom, paling seminggu paling lama sudah terjual," beber Leovan.

Holomoan Fischer, General Manajer Mobil 88-anak perusahaan Grup Astra yang menangani mobkas, menambahkan, tren penjualan mobkas dengan harga Rp 250 juta ke bawah masih relatif baik. Beberapa model MPV, seperti Avanza dan Xenia memang mengalami penurunan harga di pasar, tetapi ini terjadi karena Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) tengah menggelontorkan diskon besar-besaran di pengujung tahun.

"Rumus harga mobkas itu selaras dengan diskon yang terjadi di pasar. Avanza masih bagus, jarang bisa ada mobil lain yang bertahan depresiasi harganya masih terbaik dari mobil baru menjadi mobkas," tukas Fischer.

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved