Grup Antam Andalkan Dump Truck Tata Prima 2528 untuk Armada Tambang Nikel di Halmahera Timur

PT Argasoka telah mengirimkan 10 unit truk jenis dump Tata Prima 2528 dengan kabin tipe daycab dan dioperasikan di tambang Moronopo.

Grup Antam Andalkan Dump Truck Tata Prima 2528 untuk Armada Tambang Nikel di Halmahera Timur
HANDOUT
Truk Tata Prima 2528 di tambang bijih nikel yang dikelola PT Sumber Daya Arindo di Moronopo, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain mulai digunakan sebagai tractor head untuk menarik flat bed dan semi-trailer pengangkut kontainer dari dan ke pelabuhan peti kemas, truk heavy duty Tata Prima kini juga mulai digunakan oleh perusahaan tambang mineral di Tanah Air untuk mengangkut hasil tambang.

Seperti dilakukan PT Sumber Daya Arindo (SDA), anak perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini mempercayakan truk Tata Prima varian dump truck sebagai armada tambang terbaru pengangkut bijih nikel di Moronopo, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

PT Argasoka, salah satu dealer resmi Tata Prima, telah mengirimkan 10 unit truk jenis dump Tata Prima 2528 dengan kabin tipe daycab dan dioperasikan di tambang Moronopo.

Keterangan resmi PT Tata Motors Distribusi Indonesia, agen pemegang merk kendaraan niaga Tata Motors di Indonesia, Selasa (2/4/2019) menyebutkan, ke-10 unit truk Tata Prima 2528 ini merupakan pasokan tahap pertama.

Seperti dituturkan Direktur Utama PT Sumber Daya Arindo, Esfandi Hendra, truk Tata Prima 2528 dipilih karena spesifikasinya yang dinilai di atas rata-rata truk lainnya. Begitu juga dengan dukungan layanan purna jual yang ditawarkan Tata Motors dinilai menarik.

Baca: United Tractors Tawarkan Paket Perawatan dan Perbaikan Bus Scania, Mulai dari Rp 3,2 Jutaan

Marketing Head TMDI, Wilda Bachtiar mengungkapkan, untuk kebutuhan customer di medan tambang, TMDI memberikan Layanan Customer Care  “Peace of Mind” berupa jaminan ketersediaan suku cadang, dukungan staf ahli serta mekanik yang aktif siaga di site.

Truk Tata Prima 2528 di tambang bijih nikel yang dikelola PT Sumber Daya Arindo di Moronopo, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.
Truk Tata Prima 2528 di tambang bijih nikel yang dikelola PT Sumber Daya Arindo di Moronopo, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. (HANDOUT)

Antam saat ini tercatat sebagai salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia. Di wilayah Halmahera, Antam mengelola sejumlah konsesi tambang yang kegiatan operasinya didukung oleh beberapa anak perusahaan, termasuk PT Sumber Daya Arindo

Berdasarkan data dari International Nickel Study Group (INSG), di ada tahun 2018 produksi nikel diproyeksikan meningkat sebanyak 6,89% dari tahun sebelumnya. 

Baca: Di Program #ScaniaTransJawa, United Tractors Kenalkan Kembali 2 Chassis Bus Premium Scania

Untuk menggenjot proyeksi kenaikan produksi, PT Sumber Daya Arindo membutuhkan armada yang bisa mendukung kinerja dan efisiensi operasional pertambangan nikel di Moronopo.

Site Manager PT Sumber Daya Arindo, Anhar Ghulam Hidayatullah mengatakan, tambang nikel di Monoropo sudah mulai dibuka sejak tahun 2005 namun hanya sampai 2008. Setelah terbit peraturan di sektor mineral dan batubara pada Juli 2017, proyek ini aktif kembali. 

Menurut Anhar, tambang Monoropo diperkirakan akan berlangsung hingga 15 sampai 20 tahun ke depan dengan target produksi 150-200 ribu metrik ton per bulan.

Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved