Tahun 2030 Indonesia Ingin Jadi Pusat Produksi Mobil Listrik untuk Pasar Lokal dan Ekspor

Pengembangan mobil listrik juga membutuhkan dukungan fiskal maupun non fiskal.

Tahun 2030 Indonesia Ingin Jadi Pusat Produksi Mobil Listrik untuk Pasar Lokal dan Ekspor
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
Pebalap nasional Rio Haryanto menjadi konsumen pertama yang membeli Toyota C-HR Hybrid, kendaraan Toyota Sport Utility Vehicle (SUV) elektrifikasi pertama yang dipasarkan di Indonesia secara nasional oleh PT Toyota Astra Motor. Mobil berbasis crossover ini ditampilkan kepada media Senin (22/4/2019). 

Laporan Reporter Tribunnews, Sanusi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harjanto, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian mengatakan, di tahun 2030 mendatang pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi pusat produksi mobil bertenaga Internal Combustion Engine (ICE) maupun listrik untuk pasar domestik sampai ekspor.

Agar bisa menjual produk tersebut ke luar negeri, industri nasional diharapkan memproduksi bahan baku dan komponen utamanya secara mandiri.

"Lima tahun sebelum mencapai target besar tersebut, Kemenperin menginginkan 20% dari total produksi kendaraan baru di Indonesia sudah berteknologi electrified. Sehingga komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dapat tercapai," kata Harjanto di Bali, Selasa (23/4/2019).

Target ini diajukan menyusul telah rampungnya riset mobil listrik yang dilakukan oleh 6 perguruan tinggi negeri.

Masing-masing Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret dan Institut Teknologi Surabaya serta Universitas Udayana telah menyelesaikan Riset dan Penelitian Komprehensif atas Kendaraan Bertenaga Listrik (Electrified Vehicle Comprehensive Research and Study).

Baca: Pebalap Rio Haryanto Jadi Pembeli Pertama Toyota C-HR Hybrid di Indonesia

Riset ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Para peneliti membedah 18 unit mobil listrik dan konvensional dari Toyota Indonesia sebagai bahan penyusunan peta jalan industri otomotif Indonesia.

Mobil-mobil listrik yang mereka riset adalah Toyota Prius, Toyota Prius Plug-in Hybrid dan Corolla Altis.

Terkait peringatan para peneliti tentang munculnya tantangan untuk mewujudkan target tersebut, Harjanto menyatakan pihaknya sudah mengantisipasi.

Halaman
12
Penulis: Sanusi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved