Seperti Ini Tanggapan Driver Ojol Jika BBM Jenis Premium dan Pertalite Dihapus

"BBM kualitas rendah berpotensi merusak mesin, selain tentunya menyebabkan tingginya emisi gas buang," kata Ahmad Safrudin

Seperti Ini Tanggapan Driver Ojol Jika BBM Jenis Premium dan Pertalite Dihapus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Driver ojek online di depan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2019). 

Pada kesempatan berbeda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih juga sempat menyatakan bahwa pembatasan BBM tidak ramah lingkungan tersebut bukan cara satu-satunya untuk bisa mengembalikan kualitas udara di Jakarta.

"Sebetulnya kan sudah ada policy itu, standar Euro IV kan itu sudah dimulai adopsi standarnya. Hanya kan untuk diimplementasikan standar itu, butuh macam-macam, butuh teknologi otomotifnya, itu harus kompatibel juga apakah industri otomotif kita sudah siap," kata Andono.

"Ada juga teknologi penyulingan minyaknya. Jadi untuk mendapatkan bensin yang bersih banget seperti yang di Singapura atau di mana, kan harus ada shifting di teknologi kilang minyak," kata dia.

Namun semua kebijakan kembali pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kebijakan-kebijakan pembatasan seperti itu tentu ada kaitannya nanti penawaran dan permintaannya seperti apa, kan kita juga perlu mempertimbangkan. Eksekusinya ada di Pemprov DKI," ujar Andono lagi.

Penulis : Ruly Kurniawan
Artikel ini tayang di Kompas.com dengan judul Tanggapan Pengendara Ojol Bila Premium dan Pertalite Dihapus

Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved