IEMS 2019

DFSK Siap Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Lagi Nunggu Aturan Turunan Perpres-nya

DFSK sebenarnya sudah siap memproduksi kendaraan listrik dan melakukan penjualan di Indonesia.

DFSK Siap Produksi Mobil Listrik di Indonesia, Lagi Nunggu Aturan Turunan Perpres-nya
IST
Mobil listrik DFSK Glory E3 ditampilkan di pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show 2019 (IEMS 2019) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perpres kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sudah terbit dan diundangkan sejak 12 Agustus 2019 lalu. Meski demikian, sejumlah aturan turunan mengenai ketentuan-ketentuan yang diatur dalam peraturan tersebut masih belum keluar.

Menanggapi situasi ini, sejumlah Agen Pemegang Merk (APM) PT Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) mengaku belum akan mengambil langkah untuk mulai menjual kendaraan listriknya di Indonesia.

“Ada yang namanya uji tipe, uji tipe yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, tapi kan itu akan ada kelanjutannya lagi, akan diatur kemudian, insentifnya akan diatur kemudian, kalau memang sudah diatur semua sudah detail itu, kita sudah bisa jualan,“ ujar Deputy Head PT Sokonindo Automobile, Ricky Humisar ketika ditemui di sela-sela acara Indonesia Electronic Motor Show 2019 (05/09).

Ricky mengatakan, DFSK sebenarnya sudah siap memproduksi kendaraan listrik dan melakukan penjualan di Indonesia.

Baca: Ini Penjelasannya, Mengapa Laka Maut Sering Terjadi di Sekitar KM 91-92 Tol Purbaleunyi

Namun demikian, belum tersedianya aturan turunan yang mengatur soal insentif dinilai berpotensi membuat beban produksi dan penjualan menjadi tinggi.

Hal ini menurutnya akan berimbas kepada tingginya harga penjualan yang tinggi serta rendahnya permintaan kendaraan listtrik.

Baca: 14 Tahun Lalu Pesawat Mandala Jatuh di Medan Karena Ini, Bukan Dipicu Muatan Durian

Meski demikian, Ricky mengatakan bahwa pasar menunjukkan antusiasme yang baik terhadap produk-produk kendaraan listrik yang diproduksi oleh DFSK.

Mengacu pada hasil survei yang dilakukan DFSK Indonesia terhadap 400 responden pada gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2019 lalu, diketahui 70 persen responden mengatakan tertarik terhadap produk-produk kendaraan listrik yang diproduksi oleh DFSK.

Meski begitu, responden yang menyatakan tertarik dan berminat untuk melakukan pembelian tidak mencapai 50%. Menurut Ricky, hal ini dipengaruhi oleh konteks regulasi pemerintah ketika survei dilakukan.

Catatan saja, ketika survei tersebut dilakukan, Perpres mengenai percepatan kendaraan listirk memang belum ditandatangani.

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved