Ini Alasan DFSK Belum Pasarkan Glory E3 di Indonesia

di negeri asalnya, Tiongkok, mobil listrik DFSK ini dibanderol 200 ribu yuan atau sekira Rp 395 juta.

Ini Alasan DFSK Belum Pasarkan Glory E3 di Indonesia
Lita Febri
DFSK Glory E3 yang dipamerkan di IEMS 2019, Kamis (5/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sokonindo Automobile (DFSK) belum berencana merilis harga Glory E3 di Indonesia.

Padahal di negeri asalnya, Tiongkok, mobil listrik DFSK ini dibanderol 200 ribu yuan atau sekira Rp 395 juta.

Head of Product Planning PT Sokonindo Automobile Ricky Humisar mengatakan perusahaan masih menunggu regulasi dari turunan Perpres No 55 Tahun 2019.

"Tentu kita mengikuti regulasi pemerintah, di Perpres diatur akan memberikan insentif pada pelaku, pengembang, studi, pokoknya banyak lagi dengan nilai yang masih akan dihitung lagi oleh Kemenkeu. TKDN diatur untuk tahun sekian berapa persen, itu pun kan belum diatur," tutur Ricky di acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Namun, DFSK mengaku siap jika semua peraturan dari berbagai kementerian mengenai Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) telah resmi.

"Sebenarnya kita siap tergantung pengaturan TKDN-nya bagaimana, insentif kalau misalnya kita bangun fasilitas di Indonesia bagaimana, jadi banyak, tapi kalau bilang kemungkinan produksi lokal, ada," katanya.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved