Masuk Era Kendaraan Listrik, Bisnis Ini Dinilai Berpeluang Tumbuh Subur

Tahun 2021 pemerintah Indonesia mencanangkan sudah mulai menggunakan kendaraan listrik sebagai alat transportasi.

Masuk Era Kendaraan Listrik, Bisnis Ini Dinilai Berpeluang Tumbuh Subur
IST
Mobil listrik DFSK Glory E3 ditampilkan di pameran kendaraan listrik Indonesia Electric Motor Show 2019 (IEMS 2019) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tahun 2021 pemerintah Indonesia mencanangkan sudah mulai menggunakan kendaraan listrik sebagai alat transportasi.

Saat ini tak hanya masyarakat yang menilai kendaraan listrik masih mahal, para pelaku usaha pun mengakui hal tersebut.

Tak hanya harga unit saja yang terbilang mahal, baterai untuk operasional kendaraan listrik pun masih dibandrol dengan harga yang tinggi.

Meski dibandrol dengan harga yang tinggi, penggunaan baterai untuk kendaraan listrik memiliki kelebihan dapat menekan pengeluaran untuk bahan bakar.

COO Maxindo Renault Indonesia, Davy J Tuilan mengatakan bahwa baterai kendaraan listrik ini dapat bertahan lebih lama.

Baca: Mobil Listrik Anyar Toyota dan Lexus Akan Mendebut di Tokyo Motor Show 2019

"Sekarang betul bahwa harga baterai ini mahal. Cuma mindset orang Indonesia yang harus diperbaiki adalah sebetulnya nyawa baterai listrik ini last longer. Bukan lima tahun, delapan tahun itu hanya turun 20 persen," tutur Davy saat di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2019).

Memiliki umur panjang dan masih dapat dimanfaatkan, Davy mengungkap bahwa pemerintah harus menggunakan baterai bekas ini sebagai alat penyimpanan energi terbarukan.

"Jadi misalnya energi terbarukan dari sinar matahari itu kan perlu storage. Nah storage-nya ini diambil dari baterai bekas. Jadi baterai bekasnya itu bisa dibeli dan uang hasil penjualannya itu bisa kita subsidi kan ke mobil yang baru," jelasnya.

Davy mengatakan nantinya bisnis di bidang pengolahan baterai bekas kendaraan listrik yang diubah menjadi tempat penyimpanan energi terbarukan akan berpeluang besar.

Saat bisnis di bidang tersebut sudah berjalan, tak akan diragukan lagi harga kendaraan listrik yang mahal akan menjadi murah.

"Karena nanti semuanya akan kesana. Jadi nanti bisnis yang besar itu storage. Karena nanti tenaga angin, tenaga matahari, tenaga yang terbarukan itu memerlukan storage. Nah nanti storage-nya itu dari baterai mobil bekas. Jadi kalau bisnis itu sudah ada, mobil listrik ini harganya murah," terangnya.

Penulis: Lita febriani
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved